Pemerintah Evaluasi Kinerja Bank Penyalur FLPP, Performa Kurang Baik Kuota Dialihkan

Antara · Senin, 22 Juni 2020 - 07:01 WIB
Pemerintah Evaluasi Kinerja Bank Penyalur FLPP, Performa Kurang Baik Kuota Dialihkan

Pemerintah mengevaluasi kinerja bank pelaksana penyalur dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengevaluasi kinerja bank pelaksana penyalur dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Bank dengan performa kurang baik, kuotanya akan dialihkan ke yang lebih baik.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin mengatakan tetap akan mengevaluasi kinerja bank pelaksana sejauhmana komitmennya terhadap kuota unit rumah yang disepakati saat perjanjian kerja sama dengan PPDPP.

“Bank yang menurut penilaian kami berkinerja kurang bagus dalam penyaluran dana FLPP, kuotanya akan dialihkan ke Bank yang berkinerja bagus,” ujar Arief, dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Senin (22/6/2020).

Dia menyebutkan sejauh ini pihaknya yakin bank pelaksana dapat memenuhi target kuota hingga akhir tahun.

Saat ini, BTN masih menjadi bank pelaksana penyalur dana FLPP tertinggi sebanyak 38.177 unit atau senilai Rp3,86 triliun.

Disusul BNI sebanyak 6.654 unit senilai Rp677 miliar. Selanjutnya, BTN Syariah sebanyak 6.016 unit rumah senilai Rp585 miliar.

Posisi keempat ditempati oleh BRI Syariah sebanyak 3.300 unit senilai Rp332 miliar. Kemudian, Bank BJB telah menyalurkan sebanyak 2.088 unit senilai Rp209 miliar.

BRI menyalurkan sebanyak 1.452 unit senilai Rp151 miliar dan Bank Mandiri sebanyak 1.021 unit senilai Rp101,7 miliar.

Hingga pertengahan Juni 2020, PPDPP telah telah menyalurkan dana FLPP sebesar Rp6,82 triliun untuk 67.498 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jumlah ini telah mencapai 65,85 persen dari target realisasi 2020 sebanyak Rp11 triliun untuk 102.500 unit rumah.

Editor : Dani Dahwilani