Penjualan Kendaraan Akan Melambat, Ini Rekomendasi Analis untuk Emiten Otomotif
JAKARTA, iNews.id – Bahana Sekuritas memperkirakan penjualan kendaraan bermotor mengalami perlambatan tahun ini. Pasalnya, ekonomi pada kuartal kedua tahun 2019 tumbuh melambat yang menjadi indikasi bahwa konsumsi masyarakat tidak sekuat prediksi pasar.
“Ditambah lagi faktor global berupa tren penurunan harga komoditas, perang dagang antara Amerika dan China yang berlanjut pada perang mata uang sehingga memicu pelemahan nilai tukar sejumlah negara, termasuk Indonesia, diperkirakan akan semakin menggerus daya beli masyarakat,” kata Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus dalam keterangannya, Senin (12/8/2019).
Dia memproyeksikan, penjualan mobil terkoreksi karena kemampuan masyarakat untuk membelinya akan semakin terbatas. Demikian juga halnya penjualan motor diperkirakan masih akan tumbuh single digit karena penetrasi motor yang sudah cukup tinggi.
“Demi menggenjot penjualan mobil dan motor hingga akhir tahun di tengah-tengahnya turunnya permintaan, pemberian diskon yang lebih agresif akan terjadi pada semester kedua,” kata Anthony.
PT Astra Internasional (Tbk), salah satu pemain otomotif terbesar di Indonesia, pada kuartal dua juga mencatat volume penjualan dan margin dari kendaraan roda empat lebih rendah dari ekspektasi semula, meski penurunannya tidak seburuk industri secara keseluruhan.
Dia memberikan rekomendasi hold untuk saham ASII dari yang sebelumnya buy, dengan target harga Rp7.500 dari yang sebelumnya 8.300 per lembar saham.
Bahana memperkirakan volume penjualan kendaraan roda empat secara industri akan mencapai 1,082 juta unit pada akhir 2019, atau turun sebesar 6 persen dari realisasi penjualan sepanjang 2018.
Penjualan kendaraan roda empat ASII diperkirakan turun sebesar 4,8 persen secara tahunan. Penjualan kendaraan roda dua secara industri diperkirakan mencapai 7,088 juta unit sepanjang 2019, atau tumbuh sebesar 8 persen secara tahunan. Penjualan kendaraan roda dua Astra diperkirakan tumbuh sebesar 12 persen secara tahunan pada akhir 2019.
Editor: Ranto Rajagukguk