Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, OJK: Jangan Tergiur Proses Cepat dan Mudah

Arif Budianto · Jumat, 18 November 2022 - 18:12:00 WIB
Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, OJK: Jangan Tergiur Proses Cepat dan Mudah
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis Kantor Regional 2 OJK Jawa Barat, Aulia Fadly. (Foto: MPI/Arif Budianto)

BANDUNG, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan banyak mahasiswa yang terjerat pinjaman online (pinjol) karena tidak melek literasi keuangan dan tergiur tawaran yang tidak logis. 

Salah satunya adalah kasus ratusan mahasiswa IPB yang terjerat pinjol dengan modus tawaran usaha di toko online yang ternyata fiktif. Diduga, kasus tersebut melibatkan nilai uang sekitar Rp2,1 miliar. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh OJK. 

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis Kantor Regional 2 OJK Jawa Barat, Aulia Fadly, mengatakan seiring dengan kemajuan teknologi digital, semakin mudah untuk mengakses pinjol. 

Hal itu, juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pinjol karena syaratnya lebih mudah dibandingkan mengajukan pinjaman di bank konvensional. Namun mahasiswa perlu berhati-hati sebelum mengajukan pinjaman online. 

"Seharusnya jangan tergiur proses yang cepat dan mudah,  karena aplikasi yang memberikan penawaran ini biasanya ilegal," kata Aulia, pada acara konferensi internasional The Global Advance Research Conference on Management and Business Studies (Garcombs) 2022 di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Jumat (18/11/2022). 

Dia menjelaskan, pada prinsipnya dalam memilih pinjol, calon nasabah perlu memperhatikan dua hal, yaitu legal dan logis. Legal berarti masyarakat harus mencari pinjol yang legal atau perusahaan pembiayaan yang terdaftar dan berizin di OJK. Sedangkan logis berarti terkait dengan suku bunga yang ditawarkan masih dalam batas normal. 

“Kalau legal berarti yang resmi dan sudah mendapatkan rekomendasi OJK. Sementara kalau yang logis terkait dengan suku bunga saat pengembalian harus wajar, kalau enggak logis berarti ada masalah dengan pinjol itu," ungkap Aulia. 

Saat ini, lanjutnya, pinjol identik dengan bunga harian sebesar 0,4 persen, atau sekitar 40 persen per tahun. Jika ada yang melebihi itu, maka masyarakat harus waspada. 

“Silakan tanyakan ke pinjolnya apa yang jadi kewajiban dan hak mereka. Kalau tau, itu bisa membedakan secara logika, benar enggak jangan tergiur dengan proses cepat dan mudah,” tutur Aulia.

Dia menuturkan, hal lain yang perlu diperhatikan saat meminjam dana melalui pinjol adalah kemampuan membayar. Calon nasabah diimbau meminjam dana dengan nominal yang disesuaikan dengan kemampuan pengembaliannya.

“Kalau pinjol itu sifatnya utang ya, jadi harus dilihat ada enggak sumber penghasilan kita yang bisa digunakan untuk membayar utang itu. Jangan sampai uang pinjaman dipakai untuk hal konsumtif, tidak menghasilkan uang, kalau untuk bisnis ya silakan saja,” ujar Aulia.

Dia menambahkan, banyaknya kasus yang menjerat masyarakat memunculkan stigma negatif terhadap pinjol dan dianggap berdampak merugikan para nasabahnya. Padahal pinjol sebenarnya bisa memberikan dampak baik pada perekonomian masyarakat selama legal. 

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda