Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Sepekan Anjlok ke Rp16.819 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Diprediksi Semakin Menguat terhadap Dolar AS Pekan Depan, Ini Pendorongnya

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 18:54:00 WIB
Rupiah Diprediksi Semakin Menguat terhadap Dolar AS Pekan Depan, Ini Pendorongnya
Nilai tukar rupiah diprediksi akan semakin menguat setelah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal dovish. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Sejumlah posisi menteri digantikan oleh nama lain, salah satunya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Adapun Yasonna, politikus senior PDI Perjuangan, digantikan oleh politikus senior Partai Gerindra Supratman Andi Agtas.

Menteri lain yang di-reshuffle adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif. Arifin diganti oleh Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Untuk menggantikan Bahlil Lahadalia, Rosan Roeslani ditunjuk menjadi Menteri Investasi/Kepala BKPM yang baru. Sebagai catatan, Rosan merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.

Di pertengahan pekan ini, tepatnya Rabu (21/8/2024), Bank Indonesia (BI) juga telah mengumumkan bahwa kembali menahan suku bunga acuannya di level 6,25 persen. Hal ini tak serta-merta membuat rupiah melanjutkan tren penguatannya. Justru rupiah terpantau mengalami pelemahan pasca pengumuman tersebut.

Sementara, pada Kamis (22/8/2024), rupiah ditutup ambruk hingga mencapai Rp15.600 per dolar AS karena situasi politik dalam negeri yang memanas dengan ribuan massa turun ke jalan memadati Gedung DPR.

Namun, setelah itu rupiah terpantau kembali perkasa pada Jumat kemarin bersamaan dengan mata uang Asia lainnya.

Kemarin malam, ketua bank sentral AS (The Fed) Jerome Powell menyampaikan dalam pidato di Simposium Bank Sentral Jackson Hole yang menunjukkan sinyal lebih jelas perihal pemangkasan suku bunga.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut