Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonom Kritik Wacana Redenominasi Rupiah: Argumentasi Menyesatkan!
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 26 Poin ke Rp15.870 per Dolar AS

Rabu, 20 November 2024 - 16:21:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 26 Poin ke Rp15.870 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 26 poin atau 0,16 persen ke level Rp15.870 per dolar AS pada, Rabu (20/11/2024). (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (20/11/2024). Rupiah turun 26 poin atau 0,16 persen ke level Rp15.870 per dolar AS setelah sebelumnya sempat menguat.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menuturkan, pelemahan rupiah salah satunya berasal dari sentimen eksternal yaitu perang Rusia-Ukraina menjadi fokus setelah ancaman nuklir Moskow meningkatkan ketegangan antara kedua negara itu.

"Moskow menurunkan ambang batas pembalasan nuklir atas serangan Ukraina sebagai respons terhadap AS yang dilaporkan mengizinkan penggunaan rudal jarak jauh oleh Ukraina terhadap Rusia, yang diperingatkan Moskow dapat menandai eskalasi mengerikan dalam konflik tersebut," kata Ibrahim dalam risetnya, Rabu (20/11/2024).

Namun, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pihaknya akan melakukan semua yang bisa dilakukannya untuk menghindari perang nuklir. Namun, permusuhan dengan Ukraina terus berlanjut, karena kedua negara melancarkan serangan yang melemahkan satu sama lain selama seminggu terakhir.

Selain itu, pasar tetap tidak yakin tentang apa yang akan terjadi pada ekonomi dan suku bunga Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump, di tengah beberapa keraguan tentang apakah Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan Desember.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut