Sesi Pagi, Kurs Rupiah Menguat di Rp14.136 per Dolar AS
Dia menyatakan, sentimen negatif dari perang dagang berpotensi kembali menekan rupiah. Ditambah dengan AS menekan Uni Eropa dengan menaikan tarif impor untuk barang senilai 4 miliar dolar AS
Selain itu, harga emas loco London kembali bergerak di atas 1.400 dolar AS per troy ons. Hal ini mengindikasikan para pelaku pasar kembali ke aset safe haven seperti emas.
"USDIDR berpotensi bergerak di kisaran Rp14.100-14.200," ujarnya dalam hasil risetnya, Rabu (3/7/2019).
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, pelemahan rupiah didukung dengan faktor eksternal, di mana data-data makroekonomi AS yang dirilis besok seperti data PMI non-manufaktur maupun data non-farm employment change yang diproyeksikan positif akan menjadi amunisi bagi para pelaku pasar global untuk mengakumulasi mata uang dolar AS.
"Pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksikan masih akan cenderung melanjutkan proses koreksi wajar untuk hari Rabu," kata dia kepada iNews.id.
Secara internal, data-data inflasi yang cenderung stagnan serta minimnya sentimen positif dari domestik menyebabkan pergerakan rupiah berpeluang terkoreksi terhadap dolar AS. Hal ini juga ditambah dengan adanya sentimen berupa pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 oleh World Bank dari 5,2 persen menjadi 5,1 persen.
"Secara teknikal, terlihat pola upward bar pada USDIDR Daily chart yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan bagi dolar AS terhadap rupiah. Khusus untuk range USDIDR hari Rabu adalah Rp14.095 - 14.185," tutur dia.
Editor: Ranto Rajagukguk