Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danantara Buka Peluang Jadi Pemegang Saham BEI, Rosan: Kita Ingin Jadi Lebih Baik
Advertisement . Scroll to see content

Siapa Pemilik Saham DADA yang ARB 4 Hari Berturut-turut

Kamis, 16 Oktober 2025 - 06:20:00 WIB
Siapa Pemilik Saham DADA yang ARB 4 Hari Berturut-turut
Saham DADA ARB 4 Hari Berturut-turut (Foto: PT Diamond Citra Propertindo Tbk)
Advertisement . Scroll to see content

Fenomena ARB berturut-turut berarti harga saham terus tertekan setiap hari tanpa ada rebound signifikan. Ini biasanya menjadi tanda adanya aksi jual besar-besaran dari pihak tertentu, entah karena faktor fundamental, kepanikan, atau strategi distribusi saham.

Siapa Pemilik Saham DADA

Untuk memahami siapa yang berada di balik fluktuasi ekstrem ini, kita perlu menelisik struktur kepemilikan dan siapa pengendali utama saham DADA.

Pemegang Saham Utama dan Pengendali

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Karya Permata Inovasi Indonesia tercatat sebagai pemegang saham pengendali DADA dengan kepemilikan lebih dari 5%. Hingga Juli 2025, Karya Permata memiliki sekitar 4,92 miliar lembar saham, atau setara dengan 66,23% dari total saham beredar.

Selain itu, terdapat pemegang saham individu seperti Tjandra Tjokrodiponto yang memiliki sekitar 35 juta saham (0,47%), serta publik yang menguasai sekitar 33,3%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengendali utama saham DADA adalah PT Karya Permata Inovasi Indonesia.

Aksi Pengendali: Penjualan Saham Besar-Besaran
Menariknya, Karya Permata selaku pengendali diketahui beberapa kali melakukan aksi jual saham dalam jumlah besar.

Pada periode 1–13 Agustus 2025, pengendali melepas hampir 490 juta lembar saham DADA melalui sejumlah transaksi. Sebelumnya, mereka juga tercatat menjual sebagian saham pada harga rendah, seperti di level Rp9 per lembar.

Aksi jual besar-besaran ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar. Dalam beberapa laporan, disebutkan bahwa pengendali terus mengurangi porsi kepemilikannya hingga tersisa sekitar 56–58%.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut