The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Rupiah Terkoreksi

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 03 November 2022 - 10:05:00 WIB
The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Rupiah Terkoreksi
The Fed naikkan suku bunga lagi, rupiah terkoreksi. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) menjadi 3,75-4 persen, yang merupakan level tertinggi sejak 2008. Kenaikan tersebut membuat nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (3/11/2022) melemah.

Rupiah pagi ini melemah ke posisi Rp15.663 per dolar AS. Posisi ini turun 16 poin atau 0,11 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.647 per dolar AS.

"Rupiah masih berpotensi melemah dengan kenaikan kembali tingkat suku bunga acuan The Fed sebesar 75 bps menjadi 3,75-4 persen," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, dikutip dari Antara.

Dia menuturkan, kenaikan suku bunga The Fed akan menipiskan kembali selisih atau spread dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) di 4,75 persen, yang bisa mendorong pelaku pasar mencari dolar AS.

Bank sentral AS juga masih berkomitmen untuk menurunkan tingkat inflasi AS ke level 2 persen. Dalam pernyataannya dini hari tadi, Gubernur The Fed Jerome Powell belum melihat inflasi AS turun ke arah yang diinginkan.

"Ini artinya The Fed masih akan menahan suku bunga acuannya di level tinggi untuk mengendalikan inflasi," ujar Ariston

Di sisi lain, menurutnya, pelaku pasar mungkin menangkap indikasi The Fed akan melambatkan laju kenaikan suku bunga acuannya.

"Pasar mungkin akan menganggap ini titik balik kebijakan pengetatan agresif The Fed. Ini mungkin bisa menahan penguatan dolar AS," ujarnya.

Dia memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak melemah ke Rp15.700 per dolar AS, dengan potensi penguatan Rp15.580 per dolar AS hingga Rp15.600 per dolar AS Sementara rupiah pada perdagangan Rabu (2/11/2022) kemarin ditutup melemah 19 poin atau 0,12 persen ke Rp15.647 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.628 per dolar AS.

Editor : Jujuk Ernawati

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda