Tidak Mudik Lebaran, Kok Isi Dompet Tetap Jebol?

Rina Anggraeni ยท Jumat, 14 Mei 2021 - 11:32:00 WIB
Tidak Mudik Lebaran, Kok Isi Dompet Tetap Jebol?
Ilustrasi belanja lebaran (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah di lebaran tahun ini, di satu sisi membuat pengeluaran berkurang. Namun banyak masyarakat yang mengeluhkan isi dompet tetap jebol, padahal tidak mudik. 

Perencana Keuangan, Eko Endarto, mengatakan jebolnya keuangan masyarakat meskipun tidak mudik dipicu belanja yang tak terkendali akibat berbagai promo diskon lebaran. 

Apalagi saat ini belanja semakin mudah karena dapat dilakukan secara daring (online) melalui berbagai platform digital market place.  Akibatnya, meski tak mudik dan keluar rumah, tanpa sadar uang dibelanjakan dengan tidak terkontrol, karena tergiur berbagai tawaran diskon lebaran. 

"Ya kan ada momen diskon murah di online shop terkait larangan mudik, jadi masyarakat tergiur dengan beragam diskon. Apalagi kalau sudah belanja online, tidak sadar berapa uang yang telah dihabiskan," kata Eko saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Berikut tiga hal yang dinilai Eko menjadi penyebab kondisi keuangan jebol saat lebaran:

1. Lebaran Harus Punya Barang Baru

Momen lebaran identik dengan barang-barang baru, seperti baju baru, sepatu baru, gadget baru hingga kendaraan baru. 

Menurut Eko, pemikiran inilah yang harus dihilangkan, karena merayakan Idul Fitri tidak perlu memakai segala sesuatu yang serba baru.

"Tapi karena lapar mata, tidak bisa menyesuaikan dengan isi dompet, akhirnya tetap beli barang-barang baru dengan menggunakan dana yang mungkin sudah direncanakan untuk kebutuhan tertentu," kata Eko.

2. Pemberian THR

Memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada sanak saudara merupakan tradisi masyarakat Indonesia. Namun bagi yang memiliki uang pas-pasan, memaksakan diri untuk tetap memberikan THR akan membuat kondisi keuangan cekak. 

"Tradisi memberikan THR juga menjadi penyebab isi dompet tekuras. Jadi harus ada perhitungan budget yang disesuaikan saat membagikan uang THR," ujar Eko.

3. Harga Barang Pokok Naik

Sudah menjadi kelaziman jika memasuki ramadan dan menjelang lebaran  harga barang-barang kebutuhan pokok naik. Penyebabnya adalah tingginya permintaan di waktu yang bersamaan, sementara ketersediaan barang terbatas. 

Namun lagi-lagi karena tradisi ramadan dan lebaran, termasuk untuk santapan khas saat berbuka atau merayakan lebaran, tak jarang masyarakat tetap mengeluarkan dana berlebih untuk membeli bahan pokok, misalnya daging dan ayam yang harganya melonjak drastis di lebaran tahun ini.  

Menjelang lebaran, tepatnya dua hari sebelum Idul Fitri, harga sapi sampai menembus Rp 140.000 per kilogram, dan daging ayam Rp 50.000 per kilogram.  

"Karena harga barang dan produk tersebut meningkat, sudah pasti pengeluaran pun bertambah demi memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Eko.

Editor : Jeanny Aipassa