Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Inflasi Pangan April 2026 Turun, Ini Faktor Pendorongnya
Advertisement . Scroll to see content

Wall Street Ditutup Variatif Setelah The Fed Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga Berlanjut

Kamis, 29 Juni 2023 - 07:54:00 WIB
Wall Street Ditutup Variatif Setelah The Fed Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga Berlanjut
Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (28/6/2023), lagi-lagi karena kekhawatiran terkait suku bunga The Fed. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

Powell dalam forum Bank Sentral Eropa pada Rabu (28/6/2023), menyampaikan The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi AS yang masih tinggi hingga akhir tahun 2023 bahkan tahun depan. 

Dengan inflasi yang masih tinggi, CEO Phil Blancato dari Ladenburg Asset Management, mengatakan Powell tidak salah mempertahankan kebijakan suku bunga yang tetap ketat. "Pasar lebih dari senang untuk beristirahat di sini," ujarnya. 

Sementara Fedwatch CMEGroup menilai investor sekarang melihat peluang 79,4 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin ke kisaran 5,25-5,50 persen pada akhir Juli dan memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga akhir tahun 2023. 

Investor menunggu rilis indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), pengukur inflasi yang disukai Fed, data klaim pengangguran awal dan pembacaan akhir PDB kuartal pertama akhir pekan ini untuk menilai keadaan ekonomi AS.

Pada perdagangan di Wall Street, Rabu (28/6/2023),  sebanyak 9,89 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata 11,57 miliar untuk 20 sesi terakhir.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut