4 Cara Jitu Kementan Lawan Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan
Kedua, alsintan mendukung mitigasi kekeringan. Saat ini pemerintah sudah mendistribusikan ribuan unit alat pompa yang mampu menghasilkan air pada kedalaman 20-25 meter. Alat itu juga mampu menampung air sebanyak 1.500 meter kubik dan bisa mengairi 50-70 ha lahan kering.
Ketiga upaya mitigasi lainnya adalah koordinasi dan pengawalan air. Untuk itu Sarwo meminta untuk memonitor ketersediaan air di waduk dan bendungan. Selain itu, utamakan jadwal irigasi pada wilayah yang standing cropnya terdampak kekeringan, terapkan dan kawal gilir-giring air pada daerah irigasi yang airnya terbatas, serta lakukan penertiban pompa-pompa air ilegal di sepanjang saluran irigasi utama.
Keempat ungkap Sarwo, pemerintah juga telah memberikan perlindungan kepada petani dengan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dalam program AUTP, petani biaya premi sebesar Rp180.000/ha/musim tanam. Namun 80 persen atau Rp144.000 premi AUTP tersebut ditanggung atau disubsidi pemerintah. Sedangkan sebesar 20 persen atau Rp36.000/ha//musim tanam, premi ditanggung petani. Segera lakukan pengajuan ganti rugi bagi petani yang lahan sawahnya terkena puso dan terdaftar AUTP,” ujarnya.
Editor: Ranto Rajagukguk