73 Persen Peserta Kartu Prakerja Belum Pernah Ikut Pelatihan

Giri Hartomo ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 16:37 WIB
73 Persen Peserta Kartu Prakerja Belum Pernah Ikut Pelatihan

Manajemen Pelaksana (PMO) program kartu prakerja menjawab anggapan publik yang berkaitan dengan efektivitas dari pelatihan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Manajemen Pelaksana (PMO) program kartu prakerja menjawab anggapan publik yang berkaitan dengan efektivitas dari pelatihan. PMO memastikan, pelatihan yang diberikan kepada peserta kartu prakerja bermanfaat. 

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, ada 1,2 juta peserta prakerja yang sudah mendapatkan manfaat berupa pelatihan dalam periode 5 Agustus hingga 26 September. Pelatihan yang diberikan mencakup tiga aspek yakni skilling, reskilling dan upskilling. 

Berdasarkan data survei, ada sekitar 73 persen peserta yang belum mendapatkan pelatihan ataupun kursus sebelumnya. Dengan begitu, para peserta tersebut merasa antusias untuk mengikuti pelatihan. 

"Jadi ibu bapak, 73 persen peserta kartu prakerja belum pernah mendapatkan pelatihan," ujarnya dalam acara diskusi virtual, Rabu (14/10/2020). 

Kemudian lanjut Denni, rata-rata ada dua jumlah pelatihan yang diambil oleh para peserta kartu pra kerja. Bahkan, ada salah satu peserta yang mengambil hingga 18 pelatihan. 

Kemudian berdasarkan data juga rata-rata rating pelatihan adalah 4,8 hingga 5. Selanjutnya, rata-rata harga pelatihan yang dibeli peserta adalah Rp259.798

"Kemudian yang kedua percayalah ada anak yang ikut sampai 18 tes. Kenapa karena mereka ambil yang Rp45.000-an mereka bisa ambil yang sepertinya kecil," ujarnya. 

Denni menjelaskan, para peserta kartu prakerja ini akan memanfaatkan sertifikat untuk melamar pekerjaan. Sebab, sebagian besar dari mereka belum pernah mendapatkan pelatihan untuk bekerja. 

"Teman-teman ini belum pernah mendapatkan pelatihan. Selanjutnya 92 persen akan mengambil sertifikat untuk daftar kerja," tuturnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk