75 Proyek Strategis Nasional Ditargetkan Selesai Tahun Depan

Rahmat Fiansyah · Rabu, 20 Desember 2017 - 20:17:00 WIB
75 Proyek Strategis Nasional Ditargetkan Selesai Tahun Depan
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudhistiro)

JAKARTA, iNews.id - Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menargetkan proyek strategis nasional (PSN) yang bisa selesai pada tahun 2018 secara kumulatif bisa mencapai 60 hingga 75 proyek dari total 245 proyek yang ditetapkan.

Dengan begitu, setidaknya ada 34 hingga 50 proyek baru yang akan selesai pada tahun depan, karena 26 proyek sudah selesai sejak upaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dicanangkan tahun 2016.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, dari 26 PSN sudah selesai, 20 proyek diselesaikan pada 2016 dan 6 proyek rampung pada 2017.

Adapun 6 proyek yang selesai tahun ini adalah Jalan Akses Tanjung Priok, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu, PLBN Aruk Kab. Sambas, dan PLBN Wini Kabupaten Timor Tengah Utara, Jalan Tol Soreang – Pasirkoja dan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto. Keenam proyek tersebut menghabiskan dana sekitar Rp13,1 Triliun.

“Kita tentu saja berharap 2018 proyek yang transaksi bisa naik kelas, bisa mulai konstruksi. Kalau mau konstruksi mulai penyiapan 2018 masuk ke transaksi atau konstruksi. Kalo APBN bisa cepat tapi kalo KPBU (Kerja Sama Pemerintah – Badan Usaha) harus ditender dulu,” kata Wahyu di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Wahyu memprediksi beberapa proyek besar yang akan selesai pada tahun depan adalah Jalan Tol Medan - Binjau, Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar, Jalan Tol Trans Jawa, Bandara Raden Inten Lampung, Palapa Ring bagian Barat dan Tengah, Proyek kereta ringan (light rail transit atau LRT) Sumatera Selatan, serta beberapa bendungan.

Berdasarkan data KPPIP, status PSN hingga akhir tahun ini adalah 145 proyek dan 1 program yang sudah masuk tahap konstruksi dalam hal ini program listrik 35 ribu megawatt, 9 proyek dalam tahap transaksi, dan 86 proyek dan 1 program dalam tahap persiapan yaitu program pengembangan pesawat N245 dan R80.

Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto menambahkan, KPPIP siap untuk mengatasi berbagai hambatan (debottlenecking) dalam pembangunan infrastruktur. Menurut Rainier, masalah setiap proyek infrastruktur berbeda satu sama lain.

Selain itu, berdasarkan survei KPPIP, masalah pengadaan lahan yang menjadi isu utama dalam pembangunan infrastruktur kini telah bergeser menjadi masalah persiapan proyek. Dia pun memprediksi, persiapan proyek akan kembali menjadi isu utama yang menjadi hambatan penyelesaian PSN.

“Masalah pada tahun 2016 itu 43 persen terkait pengadaan lahan. Tapi tahun 2017 itu turun jauh menjadi 29 persen. Jadi nomor dua. Satu adalah persiapan proyek,” ucap Rainier.

Editor : Ranto Rajagukguk