Airlangga Hartarto: Pendapatan Industri Olahraga Dunia Akan Turun 50 Persen

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 14:58 WIB
Airlangga Hartarto: Pendapatan Industri Olahraga Dunia Akan Turun 50 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Pendapatan industri olahraga dunia dinilai terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Bahkan, pada 2020 ini penurunan pendapatan diprediksi mencapai 50 persen atau sebesar 73,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS). 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, penurunan pendapatan bisnis olahraga dunia karena adanya penundaan sejumlah jadwal pertandingan. Event olahraga seharusnya dilaksanakan tahun ini, namun ditunda tahun depan akibat masih menyebarnya virus corona. 

Padahal, kata Airlangga, pendapatan bisnis global ini mampu menyumbang 140 miliar dolar AS bagi sektor ekonomi dunia. "Industri olahraga global sangat terdampak. Olahraga sebagai penyumbang kegiatan ekonomi hampir mencapai 140 miliar dolar (AS) mengalami penurunan," ujar Airlangga Hartarto dalam webinar, Selasa (30/6/2020).

Penundaan event olahraga ini, salah satunya terjadi di Jepang. Otoritas Jepang menggeser ajang Olimpiade 2020 ke tahun 2021. 

Padahal, sejumlah prasarana dan penunjang sudah disiapkan. Penundaan ini, menyebabkan industri olahraga mengalami kerugian yang ditaksir mencapai 13,4 miliar dolar AS. 

Sekalipun pertandingan harus digelar tahun ini, dipastikan tidak ada penonton. Pasalnya, sejumah negara masih memberlakukan pembatasan sosial atau social distancing untuk menekan penyebaran virus. Dia mengatakan, pertandingan tanpa penonton membuat klub elite dunia tetap kehilangan keuntungan dari penjualan tiket.

Meski begitu, Airlangga mengatakan, cabang olahraga esports justru mencatatkan torehan positif selama pandemi global ini berlangsung. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan akses internet di sejumlah negara. 

"Tapi kan e-sports ini belum se-familiar olahraga lainnya. Dan harus diakses melalui gadget untuk melakukannya," ujarnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk