Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Datangi KPK, Airlangga Konsultasi Rencana Beli Energi dan Pesawat dari AS
Advertisement . Scroll to see content

Airlangga: UU Cipta Kerja Jurus Indonesia Terlepas dari Jebakan Middle-Income Trap

Senin, 26 Oktober 2020 - 12:10:00 WIB
Airlangga: UU Cipta Kerja Jurus Indonesia Terlepas dari Jebakan Middle-Income Trap
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: iNews.id).
Advertisement . Scroll to see content

Negara yang terjebak dalam middle-income trap akan berdaya saing lemah. Hal itu, menurut Airlangga, disebabkan negara tersebut kalah dalam bersaing dengan low-income countries. Terutama, kalah bersaing dalam hal upah buruh. Sementara dengan high-income countries, kalah bersaing dalam hal teknologi dan produktivitas.

“Indonesia perlu memilih meningkatkan produktivitasnya, dan ini yang didorong dalam UU Cipta Kerja,” tutur Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut.

“Dari pengalaman negara yang sukses melewati middle-income trap itu, maka kontribusi daya saing tenaga kerja dan produktivitas menjadi andalan.”

Airlangga menegaskan, UU Cipta Kerja ini diperlukan untuk mentransformasikan ekonomi dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi menjadi lebih cepat sehingga dapat segera keluar dari MIT.

Menurut dia, dalam survei yang dilakukan IMF dan sebuah organisasi di Belanda, telah menempatkan Indonesia dalam kompleksitas bisnis nomor satu atau paling buruk, artinya paling komplek dan rumit sedunia.

“Indonesia berada di atas Brasil, Argentina dan Yunani, sementara Malaysia di urutan sembilan,” ujarnya.

Oleh karena itu diperlukan UU Cipta Kerja yang akan mentransformasi regulasi karena adanya hyper regulasi yang harus dipotong. Adanya reformasi birokrasi pemerintah juga akan melakukan reformasi tambahan yaitu akan ada pemangkasan eselon 1 dan 2, dimana eselon 3 dan eselon 4 jadi fungsional.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut