Aktivitas Penerbangan Diprediksi Baru Bisa Pulih Pertengahan 2021

Antara ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 07:15:00 WIB
Aktivitas Penerbangan Diprediksi Baru Bisa Pulih Pertengahan 2021
AP I memprediksi aktivitas penerbangan baru bisa pulih pada pertengahan tahun depan terkait kepercayaan masyarakat terhadap jaminan kesehatan selama Covid-19 dan ekonomi. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - PT Angkasa Pura I (AP I) memprediksi aktivitas penerbangan baru bisa pulih pada pertengahan tahun depan. Ini terkait pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap jaminan kesehatan selama pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi.

"Kami memprediksi pemulihan ini akan cukup panjang, sekitar pertengahan tahun 2021 mungkin baru bisa berjalan secara normal," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi dalam diskusi daring yang dilansir Jumat (26/6/2020).

Dia mengatakan, saat ini pihaknya terus mempererat kerja sama dengan perusahaan maskapai penerbangan untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa menggunakan angkutan udara terjamin kesehatannya.

"Saya sudah coba sendiri, penanganan kita cukup bagus. Saya meyakini lebih baik dari penanganan yang ada di moda transportasi lain, itu dari pengamatan yang saya. Hal-hal positif inilah yang harus dikomunikasikan karena memang menyangkut bagaimana kita mendorong masyarakat bisa lebih confident," katanya.

Dia menyebutkan, upaya meningkatkan kepercayaan harus terus dilakukan mengingat hasil survei menyimpulkan masyarakat masih enggan menggunakan moda transportasi udara meski Covid-19 selesai.

"Berdasarkan survei internal terhadap 400 responden, mereka menyatakan tidak serta merta ketika nanti krisis ini selesai penumpang akan langsung naik pesawat, mereka masih akan menunggu satu sampai dua bulan. Di mana sekitar 50 persen menyatakan tidak akan langsung terbang," ujar Faik Fahmi.

Di sisi lain, lanjut dia, kondisi ekonomi yang kurang kondusif juga memengaruhi. Daya beli masyarakat menurun, ini menjadi perhatian serius perseroan.

Namun, dia optimistis pemulihan dapat lebih cepat dari prediksi seiring dengan kerja sama yang baik antarinstansi dan dukungan dari pemerintah. "Ya, saya kira target ini bisa kita lakukan percepatan," katanya.

Faik menambahkan pihaknya memiliki empat strategi dalam menjalankan aktivitas bisnis di tengah pandemi Covid-19. "Empat strategi itu, yakni risk assessment, pembuatan krisis control center, survival strategy, dan rebound strategy," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani