Atasi Covid-19, Singapura Kucurkan Stimulus Rp1.000 Triliun dalam 100 Hari

Djairan ยท Minggu, 21 Juni 2020 - 09:49 WIB
Atasi Covid-19, Singapura Kucurkan Stimulus Rp1.000 Triliun dalam 100 Hari

Pemerintah Singapura telah menggelontorkan anggaran mencapai Rp1.019 triliun dalam penanganan dampak Covid-19 terhadap perekonomian. (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Pemerintah Singapura telah menggelontorkan anggaran mencapai Rp1.019 triliun dalam penanganan dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Stimulus dengan jumlah fantastis tersebut dikucurkan hanya dalam waktu 100 hari saja dan merupakan kebijakan fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini stimulus yang belum pernah terjadi untuk Singapura, di mana kami dikenal bijaksana dalam pengeluaran fiskal. Saya tidak pernah memperkirakan bahwa kami akan memasang empat anggaran, satu demi satu hanya dalam 100 hari, dengan total hampir Rp1.019 triliun, dan lebih dari setengah dibiayai dari cadangan kas masa lalu negara,” ujar Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Keat, dikutip dari Bloomberg Minggu (21/6/2020).

Singapura tengah menghadapi kontraksi ekonomi terbesar sejak kemerdekaanya pada 1965. Hal itu diiringi dengan kemerosotan jumlah lapangan kerja dengan rekor terbesar pada kuartal I 2020. Heng mengatakan, tugas paling mendesak pemerintah adalah penciptaan lapangan kerja. Para pejabat telah berjanji untuk menciptakan 100.000 pekerjaan dengan memberikan peluang pelatihan lebih banyak.

"Kami melakukan yang terbaik untuk mempertahankan aktivitas bisnis, membantu mereka dengan mempertahankan pekerjaan mereka selama mungkin, agar dapat melestarikan mata pencaharian. Ini adalah pertama kalinya pemerintah memberikan dukungan uang tunai langsung kepada pekerja mandiri dalam skala besar,” kata Heng.

Ini adalah kedua kalinya Singapura menggunakan simpanan nasionalnya. Sebelumnya pada 2009, pemerintah setempat menerima persetujuan parlemen untuk menggunakan cadangan sebesar Rp50 triliun sebagai paket dukungan pemerintah selama krisis keuangan global saat itu. Pemerintah membayar kembali jumlah yang ditarik dari tabungan masa lalu negara tersebut pada 2011 setelah krisis berlalu.

Sebagai salah satu negara yang paling tergantung pada kegiatan ekspor di dunia, Singapura tidak punya pilihan selain melipatgandakan status perdagangannya untuk dapat keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19. "Kita selesai kalau kita tutup," kata Heng. 

Selama ini Singapura menjadi salah satu tujuan ekspor utama dunia karena pelabuhannya digunakan sebagai transit menuju negara lain.

Dalam pidatonya pada Sabtu (20/6/2020), Heng mengumumkan pemerintah Singapura berencana kembali menggelontorkan stimulus. Kali ini sebesar lebih dari Rp203,6 triliun, untuk mendukung beberapa penelitian seperti ilmu kesehatan dan biomedis, perubahan iklim dan kecerdasan buatan. Investasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan penelitian lima tahunan Negeri Singa tersebut.    

Editor : Ranto Rajagukguk