Bahas Kerja Sama, Asisten Menlu AS Pertegas Pentingnya Posisi Indonesia di Asia-Pasifik

Michelle Natalia ยท Selasa, 30 November 2021 - 18:37:00 WIB
Bahas Kerja Sama, Asisten Menlu AS Pertegas Pentingnya Posisi Indonesia di Asia-Pasifik
Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Daniel J. Kritenbrink, dalam Media Roundtable Interview, di Jakarta, Selasa (30/11/2021). (Foto: Istimewa0

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertegas pentingnya posisi Indonesia di kawasan Asia-Pasifik di mata negara adi kuasa tersebut. 

Pernyataan itu, disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) ASuntuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Daniel J. Kritenbrink, dalam Media Roundtable Interview, di Jakarta, Selasa (30/11/2021). 

Kritenbrink mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Indonesia kali ini untuk membahas sejumlah kerja sama sekaligus menunjukkan betapa pentingnya Indonesia bagi AS. 

"Kedatangan saya disini ingin menegaskan bahwa Indonesia memegang peran penting, dan juga demi kemitraan strategis antara Indonesia-AS," ujar Kritenbrink dalam Media Roundtable Interview di Jakarta, Selasa(30/11/2021). 

Menurut dia, Indonesia adalah negara demokratis dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Bahkan, Indonesia sudah masuk menjadi anggota G20 dan memegang peran penting untuk Presidensi G20 di tahun 2022. 

"Namun, perlu mengingat bahwa setiap negara tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, semuanya butuh kerja sama, salah satunya adalah di bidang keamanan," ungkap Kritenbrink.

Pada kesempatan itu, Asisten Menlu AS juga mengungkapkan bahwa hubungan AS dengan China saat ini memang cukup rumit. Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden sudah melakukan pertemuan secara virtual dengan Presiden China Xi Jinping pada 16 November lalu. 

"Kami yakin bisa bekerja sama dengan China, misalnya di bidang penanganan perubahan iklim dan pandemi Covid-19. Akan tetapi, kami sendiri aware dengan tindakan China yang berpotensi merusak stabilitas kawasan, namun perlu kami pertegas bahwa kami tidak meminta siapapun untuk memilih antara China atau AS," tutur Kritenbrink.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: