Bangun 3 Bandara, Menhub Alokasikan Rp300 Miliar dan Sayembarakan Desain

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 13 September 2019 - 16:32 WIB
Bangun 3 Bandara, Menhub Alokasikan Rp300 Miliar dan Sayembarakan Desain

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan nilai investasi untuk pembangunan terminal Bandara Ngloram (Cepu), bandara di Karimun Jawa, dan bandara di Sukabumi sebesar Rp100 miliar untuk masing-masing. Dengan demikian jika ditotalkan biaya pembangunannya sebesar Rp300 miliar.

Perlu diketahui, Kemenhub melakukan sayembara untuk menentukan desain terminal tiga bandara ini. Proses sayembara diselenggarakan bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) agar dapat memacu kreativitas arsitek-arsitek lokal.

"Untuk setiap bandara kira-kira Rp100 miliar," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Kendati demikian hingga kini pihaknya belum memutuskan kontraktor yang akan mengerjakan pembangunan terminal bandara-bandara tersebut. Pasalnya, Kemenhub akan mencari desain terbaik baru mencari kontraktor yang pas untuk itu.

"Belum (dipilih), jadi kita pisahkan. Kalau selama ini lelangnya desain dan pilih jadi memilih para pihak sesuai dengan ide dan harga. Sekarang ini kita pisah, kita tenderkan dulu desainnya, yang terbaik baru ditender, baru cari kontraktornya," ucapnya.

Desain yang terpilih dari sayembara akan digunakan sebagai acuan untuk ketiga bandara tersebut yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Untuk saat ini alokasi dana pembangunan berasal terminal tiga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meski tidak menutup kemungkinan didanai melalui skema public private partnership (PPP).

Sayembara desain terminal bandara ini ternyata bukan pertama kalinya dilakukan Kemenhub. Pada 2016, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bekerja sama dengan PT Propan Raya telah menyelenggarakan sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk yang ketiga kalinya.

Dari 237 Bandar Udara eksisting, yang terpilih untuk dilombakan adalah Bandar Udara Mali Alor , diharapkan Bandar Udara Mali Alor sebagai pintu gerbang yang dapat mewakili identitas Provinsi Nusa Tenggara Timur serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata khususnya di Kabupaten Alor.

Tidak berhenti di situ, rencananya Kemenhub juga akan menggelar sayembara serupa di tahun depan untuk pembangunan bandara-bandara di wilayah Timur Indonesia seperti daerah Fakfak dan Nabire di papua. Namun, saat ini progres pembangunan bandara ini masih dalam tahap pembebasan lahan.


Editor : Ranto Rajagukguk