Berulang Tahun ke-74, Menko Luhut Ungkap Satu Hal yang Disesali

azhfar muhammad · Selasa, 28 September 2021 - 18:48:00 WIB
Berulang Tahun ke-74, Menko Luhut Ungkap Satu Hal yang Disesali
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, merayakan ulang tahun ke-74, pada Selasa (28/9/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, merayakan ulang tahun ke 74 pada hari ini, Selasa (28/9/20121).

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Menko Luhut mengungkapkan nyaris tak pernah merayakan ulang tahunnya. Momen ulang tahun bagi Menko Luhut justru dimanfaatkan untuk beriontrospeksi, apa saja pencapaiannya maupun apa yang harus dilakukan. 

"Sejujurnya saya tidak pernah merayakan ulang tahun saya sendiri. Namun saya terbiasa merenungi apa saja yang telah saya lakukan dan yang telah saya dapatkan sejauh ini," kata Menko Luhut, seperti dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (28/9/2021). 
 
Dia kemudian mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas kesehatan dan kemampuan yang diberikan hingga masih dapat mengabdi kepada negara di usia lanjut. 

Tak hanya itu, Menko Luhut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepadanya untuk berperan dalam sejumlah program strategis. 

"Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan YME masih memberikan saya kemampuan sehingga saya masih dipercaya dan diberi kesempatan oleh Presiden Jokowi  untuk berkontribusi pada beberapa pekerjaan besar yang strategis seperti TKDN, Hilirisasi Minerba, sampai penanggulangan Covid-19," ujar Menko Luhut. 

Bahkan Menko Luhut juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta semua pihak yang telah mendukung tugas dan pekerjaannya selama ini. 

Menurut dia, meskipun sebagian besar staf berusia jauh lebih muda, mereka memiliki semangat berkarya dan mengabdi bagi negara yang diakui Luhut sangat luar biasa. 

"Kalau boleh saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang membantu pekerjaan saya sehari-harinya. Mereka yang meskipun usianya jauh di bawah saya tapi semangat berkarya nya saya akui luar biasa," tutur Menko Luhut.

Diantara ungkapan rasa syukur dan terima kasih yang diselipkan di hari ulang tahunnya, Menko Luhut tenyata memiliki satu hal yang disesalinya. 

Dia mengungkapkan, penanganan masalah Covid-19, khususnya ketika dia diberi tanggung jawab menjadi Koordinator PPKM Jawa-Bali, menjadi salah satu tugas terberat. 

"Meski banyak misi dan tugas yang dapat saya selesaikan dengan baik, namun tetap saja ada beberapa misi yang sempat terkendala seperti misalnya beberapa bulan lalu kita menghadapi amukan badai pandemi yang parah hingga menyebabkan banyak orang meninggal dunia akibat covid-19," ungkap Menko Luhut.

Baginya, penanganan Covid-19 khususnya dengan penerapan PPKM Darurat hingga sesuai level di setiap wilayah Indoensia menjadi beban tersendiri. Luhut bahkan mengaku merasa sedih karena melihat banyaknya korban meninggal akibat pandemi Covid-19 varian delta. 

"Saya sampai dalam hati berkata, mengapa saya tidak bisa begitu cepat dalam menangani hal ini? Untuk itulah setiap hari saya berkoordinasi via telepon dengan seluruh Kementerian atau Lembaga juga para kepala daerah di Indonesia sesering mungkin guna memastikan kondisi di setiap daerah dan apa saja kebutuhan mereka. Karenanya," kata Menko Luhut.

Meskipun saat ini angka kasus dan laju penularan covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan, hingga dunia internasional pun ingin belajar dari Indonesia, Menko Luhut mengaku tak ingin merasa jumawa.

"Saya lega, tapi tak ingin merasa jumawa dan bertekad akan terus mempertahankan kondisi baik ini, sebagai bakti saya kepada negeri yang saya cintai," ujar Menko Luhut.

Menutup unggahan di akun Instagramnya, Menko Luhut menyampaikan dua harapan besarnya. Uniknya, harapan itu justru ditujukan untuk Indonesia, bukan untuk pribadinya. 

"Pertama, Indonesia segera pulih dari pandemi agar kita bisa kembali fokus pada pembangunan nasional. Yang Kedua adalah rakyat Indonesia bisa kompak meskipun kita punya banyak perbedaan pendapat. Mari kita jaga warisan besar “founding fathers” kita yaitu prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Dengan begitu saya yakin bangsa yang besar ini suatu saat nanti akan menjadi negara maju karena kaya dalam perbedaan, namun tetap satu dalam kesatuan," tutur Menko Luhut. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: