BI Sebut Virus Korona Turunkan Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,2-4,6 Persen

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 19 Maret 2020 - 14:57 WIB
BI Sebut Virus Korona Turunkan Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,2-4,6 Persen

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (kanan) dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penurunan tersebut disebabkan merebaknya virus korona COVID-19.

Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 4,2-4,6 persen. Angka ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,0-5,4 persen.

"Wabah COVID-19 telah memberikan ketidakpastian yang tinggi kepada pasar keuangan global dan perekonomian dunia," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo saat teleconference, Kamis (19/3/2020).

Menurut Perry, COVID-19 membuat investor asing banyak melepas surat berharga negara (SBN) dan saham, sehingga memberikan tekanan kepada rupiah. Selain itu, COVID-19 juga mengganggu kinerja ekspor meski pada bulan lalu masih naik ditopang batu bara dan CPO.

"Namun ekspor jasa dan pariwisata menurun sejalan dengan turunnya mobilitas perjalanan," ucapnya.

Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah itu menambahkan, investasi nonbangunan juga berpotensi melambat. Hal ini disebabkan terganggunya mata rantai produksi, terutama impor akibat COVID-19.

Kendati demikian, Perry optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan meningkat. Bank sentral memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan menjadi 5,2-5,6 persen.

"Ini antara lain didorong oleh berbagai stimulus fiskal maupun BI untuk mendorong pertumbuhan di samping upaya pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi lewat RUU Cipta Kerja dan Perpajakan," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah