BI Tingkatkan Imbal Hasil Investasi untuk Tarik Dana Asing ke RI
Untuk mendukung efektivitas kebijakan tersebut, BI meluncurkan empat paket operasi moneter yang ditujukan untuk meningkatkan minat investor asing masuk ke pasar keuangan Indonesia.
Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun
Pertama, BI menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan imbal hasil investasi bagi investor portofolio internasional.
Kedua, bank sentral memberikan insentif berupa diskon hedging swap atau fasilitas penurunan biaya lindung nilai bagi investor asing. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi di pasar domestik.
Ketiga, BI kembali membuka lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan bagi perbankan. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang.
Keempat, BI meningkatkan intensitas operasi moneter secara berlapis baik di pasar rupiah maupun pasar valuta asing secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas sistem keuangan.
Perry menegaskan seluruh kebijakan tersebut terus diselaraskan dengan arah kebijakan fiskal pemerintah. Sinergi tersebut mengacu pada kesepakatan bersama antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur BI yang ditandatangani pada 6 Juni 2026.
Editor: Aditya Pratama