Bos Bio Farma: Vaksinasi Massal Dilakukan Awal Januari 2021

Suparjo Ramalan · Selasa, 20 Oktober 2020 - 17:15:00 WIB
Bos Bio Farma: Vaksinasi Massal Dilakukan Awal Januari 2021
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan perusahaan Sinovac terkait pengembangan uji klinis vaksin Covid-19. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Holding BUMN farmasi, PT Bio Farma (Persero) memastikan proses penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan pada awal Januari 2021. Vaksinasi dilakukan usai vaksin mengantongi Emergency Use Authorization (EUA) sebelum disuntikkan ke masyarakat.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan perusahaan Sinovac terkait dengan pengembangan uji klinis fase III dan transfer teknologi bagi vaksin.

"Pengembangan bersama Sinovac transfer teknologi terus dilakukan, setelah Emergency Use Authorization (EUA) oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), awal Januari 2021 vaksinasi masal dilakukan," ujar Honesti dalam Webinar, Jakarta, Selasa (20/10/2020).

EUA merupakan persetujuan penggunaan obat atau vaksin saat kondisi darurat kesehatan masyarakat. Penerbitan EUA dilakukan karena semua obat dan vaksin yang akan digunakan dalam penanganan covid-19 masih dalam tahap pengembangan.

EUA juga diberikan kepada obat dan vaksin yang telah didukung dengan bukti keamanan, khasiat, dan mutu yang memadai, sehingga dapat digunakan meski harus dalam pemantauan ketat.

Sebab itu, Bio Farma menargetkan akan menyerahkan hasil uji klinis vaksin tahap III yang dilakukan di Bandung yang melibatkan 1.620 relawan kepada pihak BPOM. Diharapkan vaksin asal Sinovac bisa mengantongi EUA.

"Berharap Januari ada interim report (laporan), dalam kondisi emergency sudah bisa diberikan ke masyarakat. Seperti yang disampaikan, paling penting vaksin ini harus safety, khasiat dan halal. Ini garansi ke masyarakat, sudah safety, khasiat dan tidak mengandung bahan-bahan non halal," kata dia.

Honesti berharap adanya vaksinasi akan memutus rantai penyebaran virus. D imana dari beberapa konsep yang akan dilakukan pihaknya, target membentuk herd immunity akan menjadi fokus, sehingga rantai penyebaran vaksin bisa dilakukan. Dia menyebut, proses vaksinasi akan ada banyak tahapannya guna memastikan rantai penyebaran virus benar-benar dihentikan.


Editor : Dani Dahwilani