BPH Migas: Ada Potensi Over Kuota Solar Subsidi 1,4 Juta KL
JAKARTA, iNews.id - Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas ( BPH Migas) menduga adanya temuan data mengenai kelebihan kuota bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi di 10 kota Indonesia.
"Ada potensi over kuota sebesar 0,8 KL (kiloliter) sampai 1,4 juta KL hingga akhir tahun,” kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
Data verifikasi BPH Migas menunjukkan, realisasi volume solar sampai dengan Juli 2019 sebesar 9,04 juta KL atau sebanyak 62 persen dari total kuota. Proyeksi dari jumlah tersebut hingga akhir tahun realisasi volume solar sebesar 15,31-15,94 juta KL.
Sedangkan menurut catatan pada nota keuangan APBN 2019 volume BBM bersubsidi jenis solar hanya 14,5 juta KL.
Fanshurullah menduga adanya ketidakpatuhan dalam penyaluran jenis BBM tertentu kepada konsumen. Dugaan tersebut mengarah pada penggunaan BBM bersubsidi tersebut untuk kebutuhan perkebunan dan tambang.