BPH Migas Cabut Surat Edaran, Pertamina Tak Lagi Batasi Penyaluran Solar Bersubsidi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 23:59:00 WIB
BPH Migas Cabut Surat Edaran, Pertamina Tak Lagi Batasi Penyaluran Solar Bersubsidi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sempat mengeluarkan larangan konsumsi solar subsidi untuk jenis kendaraan tertentu. Namun, selang beberapa waktu kemudian surat edaran tersebut dicabut.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, dengan dicabutnya Surat Edaran No. 3865/Ka BPH/2019 ini, maka pihaknya tidak lagi membatasi penyaluran solar bersubsidi

"Ini kan tadinya dari BPH ada pembatasan. Tapi sudah dicabut kan jumat malam. Jadi kita jual lagi seperti biasa," ujarnya di Stasiun Kota, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Menurut dia, sebagai pelaku usaha Pertamina akan mengikuti perintah dari regulator yaitu BPH Migas. Namun, jika keputusan ini berisiko pada konsumsi solar subsidi yang berpotensi melebihi kuota, maka Pertamina menyerahkannya ke pemerintah. 

"Ya kita sampaikan ke pemerintah, kuotanya lebih. Ya treatment-nya dari pemerintah. Tapi intinya dari Pertamina gak ada pembatasan," kata dia.

Pemerintah memastikan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi masih aman hingga akhir tahun walaupun berpotensi melebihi kuota yang ditetapkan tahun ini. Berdasarkan laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kuota BBM solar berpotensi melebihi kuota sebesar 1,4 juta kiloliter (kl) dari ketetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 14,5 juta kl.

“Kita berpikir optimis kita jalankan dulu. Kita lihat ke depan karena belum habis,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Selasa (1/10/2019).

Menurut dia kuota BBM solar bersubsidi masih cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihaknya akan memantau perjalanan kuota supaya tetap aman.

Kepala BPH Migas Fanshurullan Asa sempat mengatakan bahwa kuota BBM bersubsidi jenis solar tahun ini berpotensi habis pada November 2019. Untuk menutupi kekurangan maka paling tidak harus ditambah sekitar 1,4 juta kl. “Kami sudah memprediksi akan terjadi over kuota BBM bersubsidi dari yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, kami sepakat untuk melakukan pengendalian,” ujar dia.

Editor : Ranto Rajagukguk

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda