BPH Migas Tetapkan Pertamina dan AKR Jadi Penyalur BBM Bersubsidi 2020

Ilma De Sabrini · Senin, 30 Desember 2019 - 19:32 WIB
BPH Migas Tetapkan Pertamina dan AKR Jadi Penyalur BBM Bersubsidi 2020

BPH Migas menetapkan PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo sebagai perusahaan yang akan menyalurkan BBM bersubsidi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menetapkan PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo sebagai perusahaan yang akan menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Hal itu disahkan dalam penandatanganan Surat Keputusan (SK) Penugasan dan Kuota BBM Subsidi Periode 2020.

"(Penyaluran) BBM subsidi ditugaskan kepada dua perusahaan yaitu PT Petamina dan PT AKR Corporindo. BPH Migas juga memberikan kuota premium 11 juta KL (kiloliter) kepada Pertamina, walaupun ini bukan BBM subsidi atau penugasan," kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa di kantornya, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).

Dia juga mengungkapkan kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM Bersubsidi tahun 2020 sebanyak 15,87 kilo liter (KL) mengalami peningkatan sebesar 5,03 persen dari tahun 2019 sebesar 15,11 juta KL. Kuota BBM Bersubsidi tahun 2020 itu telah tertuang dalam Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2020.

"Kuota 2020 mengalami kenaikan sebesar 5,03 persen Tan dari kuota BBM tahun 2019 sebesar 15,11 juta KL. Kuota (BBM bersubsidi) itu sudah ada di nota (RAPBN)," ucapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penetapan kuota BBM bersubsidi untuk pengguna transportasi dilakukan tiap triwulan. Pihaknya juga akan melakukan verifikasi pendistribusian bahan bakar itu secara serius.

"BPH Migas akan melakukan verifikasi realisasi penyaluran JBT setiap tiga bulan, hasil verifikasi tersebut sebagai dasar BPH Migas untuk menetapkan kuota triwulan berikutnya, jadi nanti kuota berikutnya bisa naik atau turun berdasarkan hasil verifikasi tersebut," kata dia.

Adapun kuota jenis BBM solar sebesar 15.076.000 KL ditugaskan kepada Pertamina, sedangkan AKR Corporindo sebesar 234.000 KL. Sementara jenis premium sebesar 11.000.000 KL ditugaskan kepada Pertamina untuk seluruh wilayah Indonesia.

Kuota minyak solar pada triwulan pertama diperuntukan bagi Kapal Penumpang PT Pelni (Persero)  sebesar 96.343 KL; PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Asosiasi GAPASDAP dan INFA sebesar 61.970 KL; PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 51.250 KL; dan Asosiasi Pelayaran Rakyat (PELRA) sebesar 16.000 KL. Pertamina dan AKR Corporindo Tbk akan melaksanakan penyediaan dan pendistribusian JBT selama lima tahun terhitung sejak 2018 sampai dengan tahun 2022.


Editor : Ranto Rajagukguk