Bulog Siap Berikan Beras Bervitamin bagi Penerima BPNT

Diaz Abraham ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 17:24 WIB
Bulog Siap Berikan Beras Bervitamin bagi Penerima BPNT

Bulog siap menyalurkan beras bervitamin dalam program BPNT. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan memberikan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) diberi mandat menyalurkan bahan pangan khususnya beras siap menjalankannya. 

Bahkan, Bulog turut memperhatikan gizi masyarakat dengan menyalurkan beras bervitamin bagi warga kurang mampu dalam program BPNT nanti. Mereka menargetkan 20 persen dari keseluruhan beras yang harus disiapkan merupakan beras bervitamin atau beras berfortifikasi. 

"Tahun 2020 akan diberikan 10 atau 20 persen, target pada 2024 mencapai 100 persen. Acara ini kan integrasi artinya kalau kita telah memproduksi beras berfortifikasi nanti akan diintegrasikan dengan program BPNT," ujar Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Gatot Trihargo, dalam acara seminar bertajuk "Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Anemia di Indonesia melalui beras bervitamin", Jakarta, Rabu (11/12/2019). 

Adanya beras bervitamin dalam BPNT merupakan sinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting serta anemia. Apalagi Gatot menilai bila masalah stunting rentang menyerang masyarakat menengah kebawah akibat kurangnya asupan gizi yang diterima bayi sejak dan saat lahir ke dunia. 

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo menyebut, pihaknya siap menjalankan amanat pemerintah ini. Namun, fokus pemerintah kali ini lebih menitikberatkan pada penyaluran bantuan sehingga target tahun depan untuk pemberian beras sehat tersebut hanya 10 hingga 20 persen. 

Imam menambahkan, penyaluran beras bervitamin akan menitikberatkan di wilayah dengan kasus stunting dan anemia tinggi di Indonesia. Selain itu Kabupaten dan Kota yang meminta beras jenis ini akan dilayani oleh Bulog. 

"BPNT sekarang sekitar 1,5 juta ton, katakanlah 20 persen berarti 300 ribu ton. Sekarang ada sekitar 50 Kabupaten yang masih rawan stunting. Sekarang sekitar 15 Kabupaten sudah mulai minat ke beras fortifikasi. Salah satunya Dompu dan Kulonprogo, ini sudah menyatakan minat.

Beras ini ke daerah yang minat dulu karena kami harus produksi dulu. Salah satu di antaranya Gubernur NTT sudah minta 18 ton. Di Dompu belum menyatakan volumenya tapi sudah menyatakan keinginan," ujar Imam. 

Beras bervitamin merupakan beras pada umumnya yang ditambahkan beberapa vitamin untuk menambah asupan gizi bagi masyarakat seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin 83. vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi dan seng (Zn). (adv)


Editor : Ranto Rajagukguk