BUMN Diingatkan Stimulus Pemerintah Bukan Hanya Bayar Utang

Djairan ยท Senin, 01 Juni 2020 - 21:18 WIB
BUMN Diingatkan Stimulus Pemerintah Bukan Hanya Bayar Utang

BUMN diminta memanfaatkan stimulus pemerintah untuk memperbaiki kinerja usaha, bukan hanya membayar utang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menggelontorkan Rp149,29 triliun untuk membantu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghadapi dampak pandemi Covid 19. Bantuan tersebut diberikan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Salah satu bentuk penyaluran anggaran yang diberikan pemerintah tersebut adalah berupa dana talangan, seperti yang diberikan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sebesar Rp8,50 triliun.

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kamrussamad mengaku khawatir dana tersebut hanya digunakan untuk membayar utang Garuda Indonesia yang seharusnya jatuh tempo pada Juni 2020.

"Kita inginya dana itu benar-benar untuk pemulihan ekonomi akibat Covid-19, bukan untuk membayar utang Garuda Indonesia. Karena Garuda kita tahu pada Juni 2020 ini jatuh tempo bayar utang mereka senilai 500 juta dolar AS. Nah apakah dana talangan ini nantinya untuk itu?" kata Kamrussamad dalam diskusi via oline, Senin (1/6/2020).

Kamrussamad menilai, Garuda Indonesia bisa melakukan renegosiasi mengenai utang jatuh tempo tersebut. Sebab, hampir seluruh negara saat ini mengalami hantaman ekonomi akibat pandemi Covid-19. "Itu bisa renegosiasi, saya percaya ada jalan keluar untuk hal itu," kata dia.

Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri juga menyebut, dana talangan yang diberikan pemerintah kepada beberapa BUMN sepertinya untuk bayar utang. Dua menilai, saat ini perusahaan pelat merah tengah mengalami keterbatasan untuk melunasi kewajibannya.

"Saya enggak bisa pastikan itu 100 persen lho ya. Tapi kalau dilihat angka dana talangan itu ya hampir-hampir mirip dengan utang BUMN," kata Faisal Basri.

Adapun bantuan dari pemerintah kepada BUMN melalui program PEN, berupa kompensasi, bantuan sosial, dana talangan, serta dana penyertaan modal negara (PMN).

Secara rinci, dukungan berupa kompensasi diberikan kepada PT PLN (Persero) sebesar Rp38,25 triliun, dan PT Pertamina (Persero) senilai Rp37,83 triliun. Sementara dukungan dalam program bansos diberikan kepada Perum Bulog senilai Rp10,5 triliun.

Selanjutnya dukungan berupa dana talangan diberikan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp8.50 triliun, untuk PT KAI (Persero) sebesar Rp3,50 triliun, lalu PTPN sebesar Rp4 triliun, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebesar Rp3 triliun dan Perumnas sebesar Rp650 miliar.

Sedangkan dukungan kepada BUMN melalui PMN diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp7,50 triliun, BPUI sebesar Rp6 triliun, PT PNM (Persero) sebesar Rp1,5 triliun dan ITDC sebesar Rp500 miliar.    

Editor : Ranto Rajagukguk