BUMN Pangan Resmi Merger, Berikut Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 03 Desember 2021 - 10:23:00 WIB
BUMN Pangan Resmi Merger, Berikut Jajaran Direksi dan Komisarisnya
BUMN pangan resmi merger, berikut jajaran direksi dan komisarisnya. Foto: Kementerian BUMN

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) klaster pangan resmi bergabung (merger). Penandatanganan akta merger enam BUMN menjadi tiga BUMN yang tergabung dalam BUMN klaster pangan telah diteken pada Kamis (2/12/2021). 

Penandatanganan akta penggabungan secara langsung dilakukan oleh masing-masing direktur utama BUMN Pangan yang melakukan penggabungan. Merger BUMN pangan tersebut, yakni PT Bhanda Ghara Reksa ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, penggabungan PT Perikanan Nusantara ke dalam PT Perikanan Indonesia dan penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri. 

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, merger BUMN ini merupakan momentum penting dalam rangka menuju holding BUMN Pangan. Salah satu proses menuju holding pangan adalah merger dari enam BUMN Pangan menjadi tiga BUMN Pangan.

“Kita bersama-sama telah menyaksikan penggabungan BUMN Pangan dan berkomitmen bahwa merger dari enam BUMN Pangan menjadi tiga BUMN Pangan merupakan bagian dari rangkaian besar proses pembentukan Holding BUMN Pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia melalui revitalisasi, penyegaran serta peningkatan kinerja yang ada di BUMN Pangan," kata dia dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021). 

Menurutnya, peningkatan ketahanan pangan Indonesia sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka mencapai visi 2045 yang bisa direalisasikan melalui upaya peningkatan ketahanan pangan di Indonesia. 

“Kita sama-sama mengetahui jumlah penduduk di Indonesia terus tumbuh dan sudah tentu kebutuhan utama adalah pangan. Oleh karenanya melalui peran BUMN Pangan nanti kita terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pangan," ujar Pahala. 

Dia menjelaskan, tujuan dari pembentukan holding pangan melalui fase penggabungan BUMN Pangan ini adalah bagaimana bisa meningkatkan inklusivitas, melakukan pemberdayaan nelayan, petani dan juga para peternak. Dia mengatakan, ini bukan merupakan sesuatu hal yang tidak mungkin karena penerapan daripada teknologi yang baik, peningkatan produktivitas dan juga meningkatkan kesejahteraan daripada para petani, nelayan tentunya.

Untuk itu, Kementerian BUMN berharap market share dari BUMN pangan di masing-masing komoditas pangan akan beroperasi dengan adanya peningkatan produktivitas dan juga peningkatan kemampuan untuk bisa meningkatkan kompetitif pangsa pasarnya.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi menambahkan, merger BUMN Pangan merupakan fase kedua menuju Holding BUMN Pangan, di mana RNI dipersiapkan Kementerian BUMN sebagai induk Holding BUMN Pangan. 

“Penggabungan BUMN Pangan akan memperkuat ekosistem end to end pangan, mulai hulu sektor pertanian, perikanan, peternakan, garam dan di hilir Perdagangan dan Logistik Indonesia," ucap Arief. 

Adapun pada kegiatan penandatanganan Akta Penggabungan BUMN Pangan, Kementerian BUMN selaku pemegang saham turut menetapkan jajaran komisaris dan jajaran direksi PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda