Damai dengan Israel, UEA Pastikan Timur Tengah dapat Keuntungan Ekonomi

Djairan ยท Kamis, 17 September 2020 - 19:25 WIB
Damai dengan Israel, UEA Pastikan Timur Tengah dapat Keuntungan Ekonomi

Menteri Perekonomian Uni Emirat Arab (UEA), Abdullah bin Touq mengatakan Timur Tengah akan mendapatkan keuntungan dari kesepakatan bilateral antara Israel. (Foto: AFP)

ABU DHABI, iNews.id - Menteri Perekonomian Uni Emirat Arab (UEA), Abdullah bin Touq mengatakan Timur Tengah akan mendapatkan keuntungan dari kesepakatan bilateral antara Israel dengan UEA. Hal tersebut seiring dengan perjanjian yang akan segera direalisasikan pada berbagai sektor ekonomi.

"Kedua negara akan membawa pola pikir masing-masing, dan memberikan keuntungan yang berbeda. Saya pikir, seluruh wilayah akan mendapat keuntungan dari perjanjian ini," ujar Abdullah pasca-penandatanganan kesepakatan normalisasi antara Israel, UEA dan Bahrain di AS, dikutip dari CNBC pada Kamis (17/9/2020).

Melalui normalisasi hubungan, Abdullah mengatakan, negaranya dan Israel akan belajar satu sama lain dan bekerja sama dalam berbagai sektor ekonomi. Kesepakatan menyeluruh yang sudah diteken akan diikuti dengan berbagai perjanjian kemitraan ke depannya, mulai dari industri penerbangan, logistik, hingga teknologi.

“Mereka akan belajar dari kami tentang logistik dan hub, serta tentang pariwisata dan konektivitasnya. Begitupun kami, juga akan belajar banyak dari mereka tentang pengelolaan energi, air dan ruang. Ini adalah area kerja sama yang menyenangkan," kata dia.

Pada Agustus lalu, UEA menjadi negara Arab ketiga yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel dalam kesepakatan yang ditengahi AS. Lalu Bahrain mengikuti dan menormalisasi hubungan minggu lalu. Sebelumnya, Mesir dan Yordania telah lebih dulu menjalin hubungan normal dengan Israel masing-masing pada 1979 dan 1994. Hubungan Israel dengan UEA dan Bahrain yang baru dinormalisasi sejalan dengan persaingan tiga negara tersebut dengan Iran. 

Oleh karena itu Iran telah mengutuk UEA dan Bahrain atas kesepakatan kerja sama tersebut, yang kemudian disusul oleh Turki dan Palestina.

Editor : Ranto Rajagukguk