Minta Tambahan 20 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Luhut Lobi Menteri Uni Emirat Arab

Michelle Natalia ยท Selasa, 15 September 2020 - 21:14 WIB
Minta Tambahan 20 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Luhut Lobi Menteri Uni Emirat Arab

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus berupaya untuk mendatangkan vaksin Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei pada hari ini, Selasa (15/9/2020).

"Saya mau bicara dengan Menteri Suhail untuk minta tambahan 20 juta (dosis) lagi untuk masuk sini," kata Luhut dalam diskusi virtual, Selasa (15/9/2020).

Dia mencoba menambah jumlah vaksin tersebut hingga 50 juta dosis. Hal ini untuk mengatasi masalah meningkatnya angka kasus Covid-19 di Indonesia.

"Tapi pada Maret, April, Mei 2020 kami alami posisi kurang baik karena belum familiar dengan itu, tapi berjalannya waktu semakin paham bagaimana cara bereaksi dengan ini," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tengah melakukan pendekatan dengan GAVI yang mendukung Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI). Lembaga penelitian vaksin yang didanai oleh Bill Gates itu bekerja sama dengan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca.

Adapun harga vaksin AstraZeneca ini ternyata lebih murah dibandingkan dengan vaksin Sinovac asal dari China. "Ada AstraZeneca, GAVI CEPI ini adalah kegiatan multilateral berbagai lembaga dan negara untuk dapat vaksin sebagai public services. Melalui GAVI CEPI harga vaksin diperkirakan lebih rendah, 3-5 dolar AS. Sedangkan Sinovac antara 10-20 dolar AS," katanya.

Dia menambahkan, untuk pengadaan vaksin ini sudah dianggarkan berdasarkan program pemulihan ekonomi nasional. Biaya penanganan Covid-19 ini mencapai Rp695,2 triliun.

"Biaya penanganan Covid-19, pemerintah salurkan anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Keseluruhan program ini dengan perinciannya sudah disampaikan dan di tahun 2021 program ini dilanjutkan dengan anggaran Rp356,5 triliun karena kita sudah komitmen," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk