Dua Tokoh Kadin Jadi Ketua Timses Capres Beda Kubu, Ini Tanggapan Pengamat
"Jejaring tersebut ada kaitannya dengan menambah elektoral bagi Capres-Cawapres, walaupun belum tentu signifikan. Karena, karyawan pada perusahaan jejaring tidak mudah digiring oleh pimpinan ke arah salah satu pasangan kandidat," tutur Agus.
Dia mengungkapkan, alasan berikutnya yakni dalam tubuh perusahaan memang tidak boleh bias kepada kepentingan politik elektoral tertentu. Katanya, hal itu dihindari dalam manajemen sumbet daya mereka, agar hubungan antar karyawan/ pegawai dan buruh tetap konduksif.
"Dari argumentasi tersebut, maka boleh kita duga atau perkirakan para tokoh bisnis yang ikut serta dalam tim sukses berkaitan dengan biaya politik," ujar Agus.
Agus memperkirakan, baik Rosan dan Arsjad bisa berkontribusi terhadap material-material periklanan serta pengorganisasian kampanye.
"Jika itu terjadi, memang tidak akan keliatan nyata, tetapi mereka paham bahwa fenomena itu lumrah dalam politik," ungkap Agus.