Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Resmi Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031, Bersaing dengan Australia dan Korsel
Advertisement . Scroll to see content

Erick Thohir Beberkan 5 Prioritas sebagai Fondasi BUMN

Kamis, 20 Februari 2020 - 17:07:00 WIB
Erick Thohir Beberkan 5 Prioritas sebagai Fondasi BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Dan terakhir, dead weight, yakni BUMN yang tidak memiliki nilai ekonomi dan pelayanan publik. Untuk kategori dead weight, Erick mengambil contoh dua BUMN, yakni PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dan PT Kertas Kraft Aceh (Persero) yang kinerjanya tidak maksimal, namun masih memiliki aset.

"Kalau dianggurkan akan menjadi barang tidak berharga, bahkan pegawainya tidak ada. Kertas Kraft Aceh juga sama. Ini akan diputuskan apakah disehatkan, diperbaiki. Tapi mohon kerendahan hati kalau harus dilikuidasi," katanya.

Kemudian untuk prioritas kedua, Erick Thohir meminta BUMN melakukan restrukturisasi model bisnis melalui pembangunan ekosistem, kerja sama, pertimbangan kebutuhan stakeholder, dan fokus pada bisnis utama.

"Kita sangat mengharapkan para pengendali harus punya fokus bisnisnya. Kita bisa expert bersaing secara sehat dan mungkin juga market share-nya dominan, namun bukan berarti BUMN punya dominasi pasar. Hasil BUMN diberikan ke negara," ujarnya.

Lalu untuk prioritas ketiga, Erick meminta BUMN menjadi pemimpin secara global dalam teknologi strategis dan melembagakan kapabilitas digital seperti data management, advanced analytics, big data, artificial inteligence dan lainnya. "Pengembangan teknologi ini sesuatu yang menggelitik dan baru. Teknologi harus menjadi bagian dari pengembangan bisnis. Kemarin,  saya menyinggung Telkom, saya memacu untuk berinovasi, ini bisa menjadi percepatan berubah bisnis model dari old menjadi new," katanya.

Selanjutnya, untuk prioritas keempat, yakni peningkatan investasi, Erick meminta BUMN untuk mengoptimalkan nilai aset dan menciptakan ekosistem investasi yang sehat. "Proyek-proyek dilakukan melalui proses bisnis yang benar. Tidak di situ saja, kita add value  bagaimana membuka lapangan kerja," ujarnya.

Dan prioritas kelima, Erick meminta BUMN mengedukasi dan melatih tenaga kerja, mengembangkan SDM berkualitas, profesionalisasi tata kelola, dan sistem seleksi SDM. "Bagaimana anak-anak muda bisa link and match, ini tidak mudah tapi kita berusaha. Suka tidak suka di Kementerian BUMN sendiri ada job-job yang hilang," kata Erick.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut