Gandeng IPB, Kemenhub Siap Kembangkan 635 Pelabuhan Berbasis Digital

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 26 September 2019 - 22:15 WIB
Gandeng IPB, Kemenhub Siap Kembangkan 635 Pelabuhan Berbasis Digital

Pelabuhan. (Foto: ilustrasi/Ant)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap mengoptimalkan 635 pelabuhan yang ada di Indonesia agar bisa memajukan potensi maritim. Untuk itu, pelabuhan-pelabuhan tersebut akan dikelola melalui sistem teknologi digital.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenhub menjalin kerja sama dengan Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menyelenggarakan konferensi membahas kondisi terkini soal kepelabuhanan, pelayaran dan logistik kemaritiman di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Dies Natalis IPB ke-56, bertajuk "International Conference on Port, Shipping and Maritime Logistics: Millenial Challenges and Opportunity in Indonesia".

"Untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia, gagasan dan ide-ide besar harus direalisasikan," kata Wakil Presiden terpilih, Ma'ruf Amin dalam sambutannya di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Menurut dia, negara ini memiliki potensi menjadi poros maritim dunia. Dia mendukung setiap upaya pemerintah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, sehingga muncul ide baru untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar.

"Lewat konferensi inilah ada akselerasi untuk mempercepat proses tersebut," ujarnya.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenub Agus Purnomo mengatakan, untuk mendukung Indonesia menjadi negara poros maritim dunia, pemerintah telah membangun 635 pelabuhan yang tersebar di seluruh daerah.

Selain itu, salah satu kunci untuk mendorong pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dapat bersaing secara global, kata dia, dengan cara memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah dan transparan. Untuk itu, digitalisasi pelabuhan mutlak diberlakukan.

"Yang akan dilakukan ke depannya dengan mengoptimalisasi pelabuhan-pelabuhan tersebut," ujar dia.

Kemenhub siap membuka peluang bagi swasta yang ingin mengembangkan potensi pelabuhan. Termasuk jika swasta ingin membangunnya dari nol dengan syarat memiliki kemampuan dari segi konsep dan permodalan.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria mengatakan, pelabuhan sebagai bagian dari rantai pasok logistik kemaritiman memiliki peran penting. Sangat disayangkan jika potensi Indonesia yang besar ini tidak dapat dimanfaatkan.

"Indeks logistik Indonesia berada di urutan ke-46, di bawah Vietnam, ini menjadi tantangan bagi kita untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan mendorong pemanfaatannya, supaya banyak kapal-kapal juga memakai jasa tersebut," kata Arif.


Editor : Rahmat Fiansyah