Ganggu Ekosistem, Menteri Susi Minta Penangkapan Bayi Lobster Disetop

Rully Ramli ยท Minggu, 21 April 2019 - 18:00 WIB
Ganggu Ekosistem, Menteri Susi Minta Penangkapan Bayi Lobster Disetop

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kembali melepas bayi lobster di Perairan Natuna. Pemerintah kembali menggagalkan penyelundupan 246 ribu ekor bayi lobster di Jambi. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggagalkan penyelundupan bayi lobster ke luar negeri. Nilai barang yang diamankan mencapai Rp37 miliar.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, bayi lobster tersebut kini dilepasliarkan di Laut Natuna. Dia berharap tidak ada lagi kasus serupa di masa depan.

"Semoga tidak ada lagi yang coba-coba menangkap benih lobster seperti ini ya. Biarkan bayi-bayi lobster itu tumbuh jadi remaja hingga dewasa supaya bisa berkembang biak," kata Susi melalui  keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip Minggu (21/4/2019).

Menurut Susi, penangkapan bayi lobster akan merugikan nelayan. Pasalnya, jumlah lobster yang ada di laut akan berkurang, sehingga keberlangsungan ekosistem lobster bisa terancam.

"Kalau masih bayi begini sudah ditangkapin, nanti di mana lagi kita bisa dapet lobster? Ayo kita jaga sama-sama," ujarnya.

Tim gabungan Satreskrim Polres Tanjungjabung Timur dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Perikanan (SKIPM) Jambi kembali menggagalkan upaya
penyelundupan bayi lobster di Jambi. Total bayi lobster yang diamankan mencapai 246 ribu ekor dengan rincian 235 ribu jenis Pasir dan 10 ribu jenis Mutiara.

Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Rina, mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) KKP No. 56 Tahun 2016, bayi lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang untuk ditangkap.

"Sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut, lobster berukuran di bawah 200 gram tidak boleh ditangkap supaya terjaga kelestariannya," kata Rina.

Editor : Rahmat Fiansyah