IMF: Dibutuhkan Peran Swasta Hadapi Krisis di Negara Miskin akibat Covid-19

Antara ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 22:15 WIB
IMF: Dibutuhkan Peran Swasta Hadapi Krisis di Negara Miskin akibat Covid-19

IMF mengungkapkan partisipasi sektor swasta sangat penting guna memastikan keberhasilan inisiatif pengurangan utang yang diluncurkan G20 untuk negara miskin. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan partisipasi sektor swasta sangat penting guna memastikan keberhasilan inisiatif pengurangan utang yang diluncurkan kelompok ekonomi utama G20. Ini dibutuhkan untuk mengatasi krisis di negara-negara miskin akibat pandemi Covid-19.

Kepala Ekonom IMF, Gita Gopinath mengatakan, tawaran G20 untuk menangguhkan pembayaran debt service (bunga dan pokok utang untuk periode tertentu) utang bilateral resmi negara-negara termiskin kemungkinan akan diperpanjang setelah akhir tahun.

”Kami benar-benar ingin sektor swasta juga terlibat. Itu akan sangat penting sekarang untuk maju," ujarnya, dalam acara daring yang diselenggarakan lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS), Selasa (30/6/2020).

Sekretariat G20 mencatat 41 dari 73 negara miskin yang memenuhi syarat telah mengajukan permohonan penangguhan sementara pembayaran bunga dan pokok utang, membebaskan miliaran dolar dana untuk memerangi pandemi virus corona.

Bank Dunia memperkirakan Inisiatif Penangguhan Pembayaran Utang (DSSI) yang disetujui para anggota G20 dan kreditor resmi Klub Paris pada April dapat membebaskan 12 miliar dolar AS bagi negara-negara yang akan dihabiskan untuk memerangi Covid-19.

Inisiatif ini memiliki hasil beragam dengan beberapa negara enggan mencari bantuan karena khawatir dapat merusak peringkat kredit mereka dan akses ke pasar modal internasional.

Gopinath mengatakan inisiatif G20 untuk utang bilateral resmi adalah "langkah penting" untuk membantu negara-negara miskin. Dukungan sektor swasta untuk inisiatif utang kemungkinan akan menjadi topik utama ketika para menteri keuangan G20 bertemu secara daring pada Juli.

Sebelumnya, Presiden Bank Dunia David Malpass pekan lalu mengatakan kepada Reuters inisiatif G20 telah membuat kemajuan yang baik. Tapi, dia menyerukan bantuan tambahan dan partisipasi yang lebih besar oleh kreditor sektor swasta.

Editor : Dani Dahwilani