Impor Masuk Akhir Maret, Stok Bawang Putih Diharapkan Tak Lagi Defisit

Antara ยท Selasa, 28 April 2020 - 21:34 WIB
Impor Masuk Akhir Maret, Stok Bawang Putih Diharapkan Tak Lagi Defisit

Bawang putih. (Foto: iNews/Tata Rahmanta)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pasokan impor bawang putih yang akan masuk akhir bulan ini mampu mengatasi defisit stok komoditas tersebut di pasaran. Apalagi, hasil panen di Jawa Tengah akan menambah pasokan di pasar.

Dia mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah menerbitkan izin impor hingga ratusan ribu ton. Namun, bawang putih yang masuk ke pasar domestik hingga saat ini baru 72.400 ton.

Pemerintah juga telah merealisasikan kebijakan relaksasi impor sebagaimana tercantum dalam Permendag Nomor 27 Tahun 2020 tentang penghapusan sementara syarat SPI untuk bawang putih dan bawang bombai yang berlaku sampai 31 Mei 2020

“Sehingga masih ada barang yang masuk di akhir bulan ini dan juga diharapkan jumlahnya nanti akan semakin meningkat yang tersedia di pasar,” ujar dia dalam konferensi pers usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo mengenai antisipasi kebutuhan pokok, Selasa (28/4/2020).

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sebelumnya telah menerbitkan persetujuan impor (PI) sebanyak 157.000 ton bawang putih untuk mengatasi kelangkaan di pasar. Pemasukan impor bawang putih itu dilakukan bertahap hingga Mei 2020. Selain itu, kata Airlangga, pasokan bawang putih di domestik juga akan terbantu dengan bergulirnya musim panen seperti yang terjadi di sentra produksi di Temanggung, Jawa Tengah.

Sementara itu, pemerintah juga mencatat beberapa provinsi masih mengalami surplus bawang putih di tengah kelangkaan yang dialami sebagian besar provinsi di Indonesia. Airlangga mengatakan pemerintah akan mendistribusikan bawang putih dari provinsi yang surplus untuk memenuhi kebutuhan di provinsi yang defisit.

“Di dalam negeri, seperti di Temanggung sudah mulai panen, dan tentunya akan ada distribusi dari daerah panen ke daerah kurang stok,” ujar dia.

Editor : Ranto Rajagukguk