Indikator Perekonomian Membaik, Menko Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 4 Persen
“Proyeksi itu akan bisa dicapai dengan catatan kondisi kesehatan stabil,
dan nilai ekspor naiknya besar karena harga komoditas juga sedang tinggi. Tapi momentum ini harus dilihat dalam 6 bulan pertama dulu untuk bisa memutuskan kebijakan selanjutnya,” kata Menko Airlangga.
Pertumbuhan ekonomi di tahun depan tetap akan bergantung pada keberhasilan pengendalian pandemi yang didukung kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, menjalankan vaksinasi, dan membatasi kerumunan, kemudian respon kebijakan ekonomi yang tepat dari sisi fiskal dan moneter serta penciptaan lapangan kerja dan kesiapan ertransformasi.
Menurut dia, jika dari APBN capaiannya maksimal, kemudian dari segi investasi sudah memenuhi target, juga dari konsumen dan sektor industri yang pulih, maka inilah empat engine yang membuat ekonomi kita bergerak.
"Engine yang juga penting adalah digitalisasi, yang di 2020 valuasinya mencapai 40 miliar dolar AS, di 2021 loncat ke 70 miliar dolar AS, dan di 2025 akan naik lagi ke 130 miliar dolar AS. Transformasi digital harus didorong karena ini dijalankan oleh anak-anak muda kita yang menjadi backbone perekonomian ke depan,” ujar Menko Airlangga.
Di sisi lain, lanjutnya, sejumlah risiko tetap harus diwaspadai agar tidak menganggu momentum pemulihan ekonomi ke depan. Risiko tersebut diantaranya kenaikan harga energi dan inflasi, disrupsi, krisis
Evergrande di Tiongkok, dan normalisasi kebijakan moneter negara maju.
“Tahun 2021 adalah tahun yang berat, tetapi solusinya adalah inovasi dan optimisme. Jadi, bekal untuk 2022 adalah teruslah berinovasi, optimis, jadi kita akan maju. Jangan lupa prokes menjadi kunci, juga lakukan booster vaksin,” tutur Menko Airlangga.
Editor: Jeanny Aipassa