Inflasi AS Melambat di April 2022 tapi Masih Dekati Level Tertinggi 40 Tahun

Dinar Fitra Maghiszha ยท Kamis, 12 Mei 2022 - 07:25:00 WIB
Inflasi AS Melambat di April 2022 tapi Masih Dekati Level Tertinggi 40 Tahun
Inflasi AS melambat di April 2022 tapi masih dekati level tertinggi 40 tahun.

NEW YORK, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mencatatkan pertumbuhan Indeks Harga Konsumen (CPI) atau inflasi sebesar 8,3 persen (year on year/yoy) pada April 2022. Ini lebih rendah dibanding inflasi Maret yang mencapai 8,5 persen, namun masih mendekatik level tertingginya dalam 40 tahun atau empat dekade terakhir.

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS melaporkan, inflasi inti yoy mencapai 6,2 persen, menurun tipis dari inflasi Maret sebesar 6,5 persen. Sedangkan secara bulanan, inflasi inti naik 0,3 persen dibandingkan Maret yang mencapai 1,2 persen. 

Mengutip Bloomberg, sejumlah ekonom sebelumnya telah memperkirakan CPI AS akan melambat pada April dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan tanda bahwa Maret merupakan puncak inflasi pada tahun ini.

Sebagian besar penurunan inflasi April berasal dari komponen energi, sesuai dengan perkiraan para ekonom yang menilai harga minyak mentah, gas, dan komoditas energi lainnya bakal menurun setelah sempat melonjak pada Maret menyusul krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Indeks harga energi turun 2,7 persen pada April dibandingkan Maret setelah melonjak 11 persen pada bulan sebelumnya. Dalam kategori ini, indeks bahan bakar minyak turun 5,8 persen, indeks bensin merosot 6,1 persen, dan indeks komoditas energi melemah 5,4 persen.

Bagi investor, laporan inflasi terbaru berperan dalam mengukur kenaikan harga pokok di AS, seperti bahan makanan, gas, properti dan berbagai barang dan jasa lainnya. Sejumlah data konsumsi menunjukkan warga Paman Sam masih tetap merogoh duitnya untuk berbelanja, meskipun harga-harga naik.

Hal ini menjadi perhatian investor seberapa jauh inflasi di AS pada akhirnya akan membatasi konsumsi warganya. Itu pada gilirannya akan menyeret pertumbuhan ekonomi AS, yang sangat bergantung pada belanja konsumen.

Selain itu, data CPI juga dapat digunakan sebagai indikator seberapa besar langkah bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk membawa inflasi kembali ke target di kisaran 2 persen.

Lonjakan harga yang terjadi selama kurang lebih setahun terakhir telah membuat The Fed menaikkan suku bunga total 75 basis poin dalam tiga bulan terakhir. Kebijakan ini diperkirakan bakal kembali berlanjut pada pertemuan berikutnya.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda