Jembatan Holtekamp Jayapura Siap Digunakan Juli 2019

Okezone ยท Senin, 01 April 2019 - 11:05 WIB
Jembatan Holtekamp Jayapura Siap Digunakan Juli 2019

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono di depan jembatan Holtekamp, Jayapura. (Foto: Ist)

JAYAPURA, iNews.id - Pembangunan Jembatan Holtekamp sudah selesai. Dibangun sejak 2015, jembatan yang menjadi ikon Kota Jayapura tersebut diperkirakan bisa digunakan pada Juli 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, jembatan yang melintasi Teluk Youtefa itu tinggal menunggu pembangunan akses jalan sepanjang 7,8 kilometer. Akses tersebut perlu dibangun karena menghubungkan jembatan pendekat dari arah Hamadi (400 meter) dan Holtekamp (7.400 meter).

"(Jembatan) Ini sudah selesai, tinggal nanti ada jalan pendekat yang dari jembatan ini ke Skouw, masih ada 7 km lagi yang belum diaspal, kini sedang dalam pekerjaan. Sudah ada kontraknya, mungkin selesai bulan Juli," kata Basuki di Jayapura, Papua, Senin (1/4/2019).

Jembatan ini akan mempersingkat waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam antara kota Jayapura dan Skouw yang merupakan daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Sebelumnya, Warga Jayapura harus memutar mengitari Teluk Youtefa untuk menuju Skouw.

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan jembatan tersebut seluruhnya menggunakan dana APBN dengan nilai kontrak Rp1,27 triliun. Namun, pemerintah daerah, dalam hal ini pemerintah provinsi Papua dan pemerintah kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat ke jembatan sekitar Rp500 miliar.

Jembatan yang identik dengan warna merah ini memiliki total panjang Rp1.328 meter dengan jembatan utama 433 meter dan jembatan pendekat 895 meter. Jembatan ini terdiri dari dua bentang utama dengaN pelengkung baja.

Proyek ini dikerjakan "keroyokan" oleh PT PP (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). Konstruksi baja sebesar 2.000 ton dibuat utuh oleh PT PAL Indonesia di Surabaya.

"Ini jembatan pertama yang pelengkungnya dibuat di tempat lain dibawa ke sini sudah jadi pelengkung. Panjang 700 meter dengan biaya sekitar Rp900 miliar," ujarnya. (Feby Novalius)


Editor : Rahmat Fiansyah