Jokowi Akan Bangun Jalan Tol Baru Sepanjang 2.500 Km hingga 2024

Rully Ramli · Selasa, 29 Oktober 2019 - 15:24 WIB
Jokowi Akan Bangun Jalan Tol Baru Sepanjang 2.500 Km hingga 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pada periode kepemimpinan 2019-2024 masih akan fokus membangun infrastruktur. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pada periode kepemimpinan 2019-2024 masih akan fokus membangun infrastruktur. Salah satu infrastruktur yang akan terus dibangun ialah jalan tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengatakan, sampai dengan lima tahun ke depan akan ada kurang lebih 2.500 km jalan tol baru. Angka ini lebih tinggi dari perhitungan awal Kementerian PUPR, yakni 1.500 km.

"Sumatra saja sudah 2.000 km. Kemudian tol lainnya 500 km. Jadi at least 2.500 km komitmen lima tahun ke depan," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (28/10/2019).

Sementara itu, Danang memproyeksikan sejak 2014 sampai dengan akhir tahun ini akan ada 2.200 km jalan tol baru yang beroperasi. Dengan demikian, sejak 2014-2024 pemerintah ditargetkan sudah membangun 4.700 km jalan tol.

"Sampai hari ini kita memperkirakan tol yang beroperasi sampai akhir tahun 2.200 km. Kalau kita lihat histori enggak ada apa-apa dibanding China," ujar dia.

Danang menekankan, pemerintah akan terus menggandeng pihak-pihak baru untuk mengembangkan ruas jalan tol. "We need more player," kata dia.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengapresiasi pemerintah yang berhasil merealisasikan pembangunan jalan tol selama lima tahun terakhir. Kendati demikian, ia menyayangkan bahwa pembiayaan pembangunan jalan tol masih didominasi oleh perusahaan pelat merah.

Ia mendorong pemerintah untuk memberikan ruang kepada swasta agar bisa ikut dalam pendanaan infrastruktur. Pasalnya. dengan target 5.000 km lebih dibutuhkan pendanaan yang besar.

"Harapannya ke depan kita ada kebijakan yang memberi kepastian ke pelaku usaha dan bagaimana bisa membuat semacam pendanaan murah untuk membangun jalan tol ke depan karena pendanaan kunci utama pembangunan infrastruktur yang ada," ucapnya.


Editor : Ranto Rajagukguk