Jokowi Minta Avtur Dicampur Minyak Sawit Dikaji

Rully Ramli · Senin, 12 Agustus 2019 - 19:55 WIB
Jokowi Minta Avtur Dicampur Minyak Sawit Dikaji

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8/2019). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mendalami lebih jauh kemungkinan avtur dicampur minyak kelapa sawit (CPO). Jika terlaksana, maka impor avtur bisa dikurangi.

"Saya dengar kabar CPO ini juga bisa dibuat avtur, tolong hal ini ditekuni lebih dalam," kata dia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8/2019).

BACA JUGA:

Presiden Jokowi Ingin B50 Bisa Diterapkan pada Akhir 2020

Januari-Juli 2019, Kebijakan B20 Hemat Devisa Rp23,2 Triliun

Presiden mengatakan, campuran CPO dan avtur bisa mengurangi impor avtur. Sepanjang tahun lalu, impor avtur mencapai 1,22 juta ton senilai 861,1 juta dolar AS.

"Kalau bisa mengurangi impor avtur, sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan kita akan semakin baik," tutur dia.

Mantan wali kota Solo itu menambahkan, pemerintah akan mendorong permintaan CPO dari dalam negeri. Hal ini mengingat industri CPO terus tertekan akibat turunnya permintaan global.

Dengan demikian, kata Presiden, seluruh menteri harus menyadari situasi ini. Dia meminta komitmen dan keinginan yang sama dari para jajarannya untuk mengatasi lesunya industri CPO.

Selain itu, dia juga meminta agar PT Pertamina (Persero) konsisten dalam memanfaatkan CPO. Dia berharap, BUMN migas itu bisa mengoptimalkan cold processing untuk memproduksi green diesel dan green gasoline pada kilang-kilangnya.

"Saya kira kita tahu selain di Pertamina, di pabrik-pabrik kelapa sawit juga perlu didorong untuk membangun stand-alone green fuel. Ini penting, semua mempercepat perkembangan industri green refinery kita," ujar dia.


Editor : Rahmat Fiansyah