Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gus Ipul Tegaskan Peserta PBI Nonaktif Penyakit Kronis Tetap Dijamin Negara: Jangan Ada RS yang Tolak!
Advertisement . Scroll to see content

Kapasitas Penuh, Luhut: Kita Tata Pasien Covid-19 yang Masuk RS

Senin, 05 Juli 2021 - 12:43:00 WIB
Kapasitas Penuh, Luhut: Kita Tata Pasien Covid-19 yang Masuk RS
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana menata pasien Covid-19 yang diperbolehkan masuk Rumah Sakit (RS) untuk mendapat perawatan. Pasalnya, kapasitas RS penuh untuk merawat pasien Covid-19 yang melonjak akhir-akhir ini.

Menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, RS diperuntukan bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala berat. 

Sedangkan pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala atau disebut orang tanpa gejala (OTG) tak perlu dirawat di RS, cukup melakukan isolasi mandiri di rumah. 

"DKI Jakarta dan Pulau Jawa meningkat tajam dan sudah mencapai kapasitas rumah sakit. Harusnya  ditata orang yang boleh masuk rumah sakit siapa. Artinya tingkat penyakitnya atau akurasi 94 tidak ada tanda jelas hanya OTG mending isoalasi mandiri," kata Luhut dalam video virtual, Senin (5/7/2021).

Dia pun menekankan akan menambah kapaistas ruangan dan tempat tidur di rumah sakit. Agar pasien dengan gejala sedang dan parah langsung bisa ditangani.

"Rumah Sakit kita tambah 900 tempat tidur dan ICU dan kita tambah dan angkanya cukup besar," ujar Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan RS Lapangan di Wisma Haji Pondok Gede yang kedelapan gedungnya akan difungsikan untuk perawatan intensif, gejala sedang, dan asrama perawat. 

Pemanfaatan dari ruangan nantinya memperhatikan zoning risiko, sirkulasi udara, akses dan jalur lalu-lintas petugas, pasien, logistik, dan barang bersih atau kotor. 

“Satu gedung nanti untuk perawatan intensif, kemudian 5 (lima) gedung untuk gejala sedang, dan 2 (dua) gedung untuk asrama perawat. Setiap gedung, punya kamar yang dimanfaatkan sebagai ruang tindakan, ruang farmasi, laundry, dan ruang petugas. In total, kita punya 785 tempat tidur (TT),” kata Budi. 

Saat ini,  Wisma Haji Pondok Gede ditargetkan mampu menerima 600 hingga 700 pasien komorbid yang nantinya bisa ditindak di sini dan dimulai hari ini. Dengan kapasitas seperti ini, tenaga kesehatan nantinya juga akan didatangkan dari luar Pulau Jawa untuk membantu menangani pasien yang ada di sini.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut