Kartu Prakerja Dinilai Tidak Efektif Tekan Pengangguran

Hafid Fuad · Minggu, 13 September 2020 - 22:52:00 WIB
Kartu Prakerja Dinilai Tidak Efektif Tekan Pengangguran
Ekonom menilai program Kartu Prakerja tidak akan bisa menjadi solusi menekan angka pengangguran apalagi menciptakan wirausaha. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Saat ini, lebih dari 22 juta orang telah mendaftar dan baru sebanyak 3,8 juta orang yang ditetapkan mendapatkan Kartu Prakerja. Pemerintah telah membantu 1,6 juta orang menyelesaikan pelatihan dan baru 933 ribu mendapatkan insentif.

Pengamat ekonomi dari CORE Indonesia, Piter Abdullah memandang program Kartu Prakerja tidak akan bisa menjadi solusi menekan angka pengangguran, apalagi menciptakan wirausaha. 

Menurutnya kartu prakerja tidak menciptakan lapangan kerja, tidak mendorong demand, atau permintaan terhadap tenaga kerja. Namun, ditujukan untuk memperbaiki sisi supply berupa perbaikan kualitas tenaga kerja dengan memberikan bantuan pelatihan.

"Pemerintah berasumsi pelatihan ini efektif meningkatkan kualitas tenaga kerja. Namun, sejatinya permintaan terhadap tenaga kerja menurun akibat pandemi maka penyerapan tenaga kerja tetap tidak terjadi," ujar Piter, Minggu (13/9/2020).

Apalagi, lanjut dia, hingga saat ini belum ada bukti pelatihan yang diselenggarakan dengan bantuan kartu prakerja benar-benar efektif meningkatkan kualitas tenaga kerja. "Belum ada bukti pelatihan prakerja berdampak efektif," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani