Kasus Kematian Covid-19 di Kalimantan Tinggi, Menko Airlangga Dorong Kurangi Mobilitas Warga
Secara umum, perkembangan jumlah Kasus Aktif di Kalimantan selama Agustus 2021 mengalami penurunan sebesar -1,69 persen, di mana tiga provinsi mengalami penurunan, namun dua provinsi mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu Kalimantan Selatan sebesar 34,27 persen dan Kalimantan Utara sebesar 26,66 persen.
Dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan yang menerapkan PPKM Level 4, terdapat 7 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus aktif, dimana 6 kabupaten/kota terletak di Provinsi Kalimantan Selatan. Kenaikan tertinggi dialami di Kota Baru dan Kabupaten Tanah Bumbu.
Selain menekan mobilitas, Airlangga mengatakan, pemerintah juga mendorong agar setiap daerah terus meningkatkan jumlah testing dengan melakukan prioritas testing kepada suspek dan kontak erat dari kasus-kasus terkonfirmasi, dengan target minimal 10 kontak erat per kasus konfirmasi. Seluruh kontak erat akan dites dan dikarantina untuk menimalisir risiko penularan.
Sampai 11 Agustus 2021, jumlah testing seluruh provinsi di Kalimantan masih kurang dari 50 persen dari target yang ditetapkan dalam InMendagri, walaupun sudah terjadi kenaikan signifikan dalam beberapa pekan ini.
Sedangkan, dari 13 kabupatehn/kota yang menerapkan PPKM Level 4, semuanya memiliki jumlah testing masih di bawah 25 persen, bahkan yang tertinggi Kota Palangkaraya hanya 24,0 persen.