JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mulai mengoperasikan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo. Hal ini akan menekan kepadatan di Bandara Adisutjipto hingga 25 persen.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk tahap awal bandara ini akan melayani lima penerbangan internasional setiap harinya. Slot tersebut diperoleh dari pengalihan Bandara Adisutjipto.
Mendag Jamin Stok dan Harga Minyakita Terkendali, Andalkan Pasokan BUMN Pangan
"Bisa, tahap awal itu kira-kira 50 take off-landing, kira-kira 25 persen. Tapi kalau nanti bisa lebih besar. Sekarang pun size-nya sudah sama, tapi kami ingin membatasi dulu," ujarnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (26/4/2019).
Saat ini, pembangunan bandara tersebut sudah menyelesaikan runway sepanjang 3.250 meter dengan lebar 75 meter. Sementara itu, untuk bangunan bandara seluas 2.500 meter juga sudah diselesaikan.
"Kira-kira sepertiga dari seluruh bandara sudah selesai. Jadi bandara itu sudah selesai dan akan dioperasikan hari Senin (besok), insya Allah Pak Presiden akan landing pertama di sana," ucapnya.
Untuk tahap awal, Bandara di Kulon Progo ini akan mengoperasikan sejumlah maskapai seperti Citilink, Airasia, Batik Air, dan Lion air. Pada operasi perdana Bandara ini hanya melayani penerbangan domestik ke Jakarta, Bali, Kalimantan.
Kendati demikian, pada awal operasinya bandara ini belum menyediakan penerbangan rute internasional. Pasalnya, dibutuhkan penyesuaian sekitar dua minggu hingga dua bulan.
"Yang pasti yang available selama ini beroperasi, seperti Singapura dan Malaysia. Sudah (ada pernyataan dari maskapai), tinggal dia memenuhi hal-hal yang sifatnya adminstrasi," tuturnya.
Saat beroperasi penuh, bandara ini bisa menampung 14 juta penumpang per tahun. Angka tersebut setara sembilan kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto saat ini.
Dengan kapasitas sebesar itu, Bandara NYIA akan menjadi bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Kuala Namu.
Editor: Ranto Rajagukguk