Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas
Bank Dunia menjelaskan, keberhasilan Vietnam didorong oleh strategi pembangunan yang bertumpu pada ekspor. Sementara pertumbuhan ekonomi Filipina dinilai lebih merata karena ditopang hampir seluruh sektor industri, bukan hanya bergantung pada satu sektor tertentu.
Data Bank Dunia, pendapatan nasional bruto per kapita Vietnam pada 2025 mencapai 4.970 dolar AS, sedangkan Filipina sebesar 4.850 dolar AS. Keduanya telah melampaui ambang batas Bank Dunia sebesar 4.636 dolar AS untuk masuk kategori negara berpendapatan menengah atas.
Sekretaris Perencanaan Ekonomi Filipina, Arsenio Balisacan mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif meski menghadapi berbagai tekanan global maupun domestik.
"Terlepas dari berbagai guncangan global dan domestik, kami terus mengejar pertumbuhan yang inklusif, memperkuat fundamental ekonomi, dan tetap berada di jalur agenda pembangunan," ujar Balisacan dalam keterangannya, dilansir dari The Straits Times, Jumat (3/7/2026).
Meski sama-sama naik kelas, prospek kedua negara dinilai berbeda. Vietnam yang menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia, menargetkan pertumbuhan ekonomi dua digit mulai 2026. Target ambisius tersebut ditopang reformasi yang lebih ramah terhadap dunia usaha serta investasi besar-besaran di sektor infrastruktur.