Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas
Sebaliknya, Filipina menghadapi tantangan yang lebih berat. Pemerintah negara itu memangkas target pertumbuhan ekonomi untuk periode 2026-2030 akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan dampak fenomena cuaca El Nino yang memengaruhi aktivitas ekonomi.
Selain Vietnam dan Filipina, Bank Dunia juga menaikkan status Jordan, Micronesia, dan Sri Lanka menjadi negara berpendapatan menengah atas. Sementara Togo naik dari kategori negara berpendapatan rendah menjadi negara berpendapatan menengah bawah.
Bank Dunia juga mencatat tren positif secara global. Porsi negara yang masih tergolong berpendapatan rendah kini tinggal sekitar 11 persen dari seluruh negara di dunia, turun signifikan dibandingkan sekitar 30 persen pada 1987.
Meski menjadi pencapaian penting, kenaikan status tersebut juga membawa konsekuensi. Sebagai negara berpendapatan menengah atas, Vietnam dan Filipina berpotensi memperoleh akses yang lebih terbatas terhadap pinjaman pembangunan berbunga rendah dari lembaga-lembaga internasional. Selama ini, Filipina misalnya, banyak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pemulihan pascabencana, hingga berbagai program sosial.
Kepala Ekonom Union Bank of the Philippines, Ruben Carlo Asuncion, mengatakan klasifikasi Bank Dunia menunjukkan tingkat kemampuan suatu negara dalam membiayai pembangunannya sendiri.