Kesal Masih Ada Korupsi, Sri Mulyani: Ada Kepala Kantor Pajak Jadi Mafia

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 16:23 WIB
Kesal Masih Ada Korupsi, Sri Mulyani: Ada Kepala Kantor Pajak Jadi Mafia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat berbicara dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Pusat, Jakarta, Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kesal masih ada pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang korupsi. Korupsi tidak hanya terjadi di lapisan bawah, namun juga posisi pimpinan.

"Ada di kantor pelayanan pajak yang masih terjadi korupsi, ada yang sifatnya case, account representatives, atau petugas pemeriksanya main-main atau kepala kantornya jadi mafia," kata Sri Mulyani saat berbicara dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di kantor DJP Pusat, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menilai, praktik korupsi yang dilakukan satu orang akan berdampak buruk pada citra instansi. Oleh karena itu, dia menyebut mereka yang korupsi sebagai pengkhianat.

"Setitik (kesalahan) itu membuat persepsi kita 'oh pajak identik begitu (korupsi)' kan kesal. Yang 349 (orang) kerjanya benar, hanya karena satu semua dipersepsi begitu. Itu pengkhianatan, makanya saya kesal banget soal itu," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan, pimpinan seharusnya bebas dari korupsi. "Kita harus memperbaiki APIP kita, Aparat pengendali internal kita, tapi first line of defense adalah leadership," ujarnya.

Sri Mulyani menegaskan tidak akan berkompromi dengan praktik korupsi. Jika ada anak buahnya yang terbukti, dia akan menyerahkan pada proses hukum yang berlaku.

Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat ini ada 350 kantor pelayanan pajak (KPP) di Indonesia. Dari jumlah itu, 87 kantor berpredikat sebagai wilayah bebas korupsi (WBK).

"Sekarang ini kita sedang giat untuk menciptakan sebanyak-banyaknya seluruh unit pelayanan kita menjadi unit yang wilayah bebas korupsi dan wilayah bersih melayani," tuturnya.


Editor : Rahmat Fiansyah