Kurangi Impor Solar, Pengembangan Biodiesel 50 Persen Digenjot
JAKARTA, iNews.id - Industri kelapa sawit dianggap sebagai sektor yang tidak ramah lingkungan oleh beberapa negara. Hal ini kemudian menyebabkan harga kelapa sawit di level petani kerap mengalami fluktuasi.
Namun, argumen ini dibantah oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Syakir. Menurut dia, pandangan tersebut digunakan oleh negara asing untuk melindungi komoditas nabati, yang digunakan untuk bauran bahan bakar.
"Eropa sudah memasarkan bahan bakar biodiesel dalam bentuk bauran kedelai, dikalahkan oleh sawit. Ini adalah cara-cara Eropa melindungi petani, membatasi produksi masuk impor CPO (Crude Palm Oil)," tutur Syakir dalam forum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), di Jakarta, Rabu (30/1/2019).
Ia mengklaim, penggunaan biodiesel bauran CPO sangat ramah lingkungan. Syakir menampik, bahwa pembukaan lahan baru hanya berdampak buruk terhadap lingkungan.
"Pembukaan lahan, berdampak terhadap erosi, iya. Awalnya saja kita buka, tapi kemudian dia bisa menjadi tanaman yang mengikat oksigen paling kuat," ujar Syakir.